๐ƒ๐ž๐ง๐ข B๐ฎ๐ค๐š๐ง S๐š๐ญ๐ฎ-๐ฌ๐š๐ญ๐ฎ๐ง๐ฒ๐š S๐ข๐ฌ๐ฐ๐š K๐š๐ฆ๐ข Yan๐  K๐ฎ๐ซ๐š๐ง๐  M๐š๐ฆ๐ฉ๐ฎ

0
0

oleh : ๐€๐ฌ๐ž๐ฉ ๐๐š๐ก๐ซ๐ฎ๐๐ข๐ง

Penulis adalah : ๐‘ฎ๐’–๐’“๐’– ๐‘ซ๐’†๐’๐’Š

 

Akhir-akhir ini berita tentang Ananda Deni yang bersekolah di Mathla’ul Anwar, Rumpin, viral di beberapa media, termasuk WhatsApp Group (WAG).

Hasil penelusuran kami, berita ini pertama kali dimuat di laman facebook Sekolah Relawan pada tanggal 29 Juli 2020. Kami dari Mathla’ul Anwar berterima kasih atas publikasi Sekolah Relawan yang membantu Ananda Deni.

Ananda Deni adalah siswa kami dari tingkat MI, MTs, dan saat ini duduk dikelas 10 MA. Kondisi ekonomi keluarganya memang memprihatinkan, termasuk kondisi rumahnya yang tak layak dan berada di tanah milik perusahaan properti terkenal.

Kondisi Ananda Deni tak luput menjadi perhatian kami pihak madrasah baik secara kelembagaan maupun individu melalu dewan guru yang selalu membantu Ananda Deni. Pihak Lembaga telah membebaskan biaya sekolah juga membantu kebutuhan Deni lainnya seperti seragam bahkan uang saku. Sedangkan dari dewan guru banyak juga yang membantu secara pribadi sesuai kemampuannya masing-masing. Bahkan ada juga yang memberikan sepeda untuk transportasi Deni bersekolah.

Tentu bantuan kami terhadap Ananda Deni tidak akan mencukupi kebutuhannya secara keseluruhan. Karena perhatian kami bukan hanya untuk Ananda Deni tetapi juga untuk puluhan siswa/i yg kondisinya kurang beruntung seperti Ananda Deni.

Pada masa pandemik covid yang mengharuskan pihak madrasah menerapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh/Daring seusai dengan arahan pemerintah, kami institusi MA telah menyesuaikan dengan kemampuan siswa dengan mempertimbangkan segala faktor seperti ekonomi, daya serap, maupun psikologis siswa. Tak jarang siswa kami minder dengan temannya akibat penerapan belajar yang belum pernah mereka lakukan melalui handphone. Hal itu dapat dimaklumi karena mereka sebelumnya belum pernah menggunakan alat canggih tersebut.

Dalam kondisi seperti itu kamipun melakukan strategi pembelajaran khusus yang berbeda-beda. Guru mendatangi langsung ke rumah siswa, membentuk kelompok belajar yang hanya beberapa orang yang rumahnya berdekatan, atau dipersilahkan siswa bertemu gurunya langsung di sekolah untuk diberikan bimbingan di kelas. Siswa dapat memilih cara yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing.

Kami menyambut baik para relawan/donatur yang telah berpartisipasi dan membantu Ananda Deni. Deni benar siswa kami, tapi Deni bukanlah satu-satunya yang membutuhkan perhatian kita semua. Semoga peristiwa ini membawa hikmah dan pelajaran bagi kita semua.

 

Komentar dibawah ini