Kadis DP2KBP3A Optimis Tahun 2019 Pandeglang Bisa Jadi KLA

0
0

Pandeglang, badakpos.com – Kegiatan sosialisasi dan pembentukan gugus tugas untuk menuju Kabupaten Layak Anak (KLA) di Pandeglang sudah berjalan dari sejak tahun 2017. Menurut Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Didi Mulyadi, paling cepat pada tahun 2019 ini Panndeglang bisa menjadi Kabupaten Layak Anak.

“Kita sudah membentuk gugus tugas Kabupaten, Kecamatan hingga ke Desa. Ditingkat Kabupaten untuk menuju KLA programnya dikerjakan oleh 18 OPD misalkan Kesehatan, Sosial, Pendidikan, dan Kependudukan semua harus bersatu dalam rangka menyiapkan indikator sehingga menjadi KLA,” kata Didi saat acara Rapat Koordinasi Gugus Tugas KLA tingkat Kabupaten Pandeglang, Selasa (19/3) di Oproom Setda Pandeglang.

Ditanya tolak ukur terkait KLA, Didi menjelaskan, banyak indikator yang yang harus dipenuhi oleh OPD terkait agar Pandeglang bisa menjadi KLA.” Misalkan dari klaster Kesehatan harus benar dan sudah standar memenuhi persyaratan KLA. Dari sisi bangunan misalkan kota layak itu harus dilihat juga setiap sudut bangunan jangan terlalu tajam, “tuturnya.

“Saat ini sekitar 70% progres yang sudah dilakukan menuju KLA, dan point untuk Pandeglang saat ini sudah 500, jika 600 sudah dapat dikatakan Kota layak anak, kami optimis tahun 2019 ini harus Jadi KLA,” tutupnya.

Masih kata Didi, jumlah anak yang ada di Kabupaten Pandeglang adalah 408.839, (34,56)% dari total Penduduk 1.183.006. “Yang dikatakan anak itu diusia 0-18 tahun, jika menjadi KLA, anak itu harus dipenuhi semua hak nya,” terangnya.

Leny N Rosalin Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PP-PA) yang hadir pada kesempatan itu mengatakan, KlA ini merupakan amanat dari Undang – undang nomer 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomer 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.” Untuk menuju KLA bukan karena dorongan kementerian tapi dorongan dari diri sendiri dan Undang – undang, “kata Leni.

Menurut Leni, Kabupaten Pandeglang adalah satu dari 514 Kabupaten yang sedang memproses menuju KLA.” 415 sudah menjadi KLA, kabupaten kota yang belum ada 99 dan saat ini sedang dalam proses salah satunya Pandeglang,” terangnya.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Pandeglang Pery Hasanudin mengatakan, Kabupaten Pandeglang akan konsen dalam mewujudkan KLA. “Kita punya komitmen, apa yang sudah dilakukan saat ini untuk mewujudkan KLA sehingga anak kita dapat terpenuhi kebutuhan nya misalkan anak baru lahir tidak sulit untuk mendapatkan akta kelahiran,” kata Sekda.

Masih kata Pery, untuk mewujudkan KLA memang perlu adanya gugus tugas KLA agar pengembangab KLA di Kabupaten Pandeglang berjalan secara lebih integratif, dan didukung oleh seluruh pemangku kebijakan yang ada. “Peran gugus tugas dalam menciptakan KLA sangat dibutuhkan begitu juga dengan masyarakat maupun dunia usaha,” terangnya.

Lebih lanjut Pery mengatakan, Setiap Kabupaten dan Kota dapat dikatakan sebagai KLA apabila dapat memenuhi hak anak dengan pengaturan kelembagaan diantaranya dapat memenuhi lima klaster. “Lima klaster itu adalah hak sipil dan kebangsaan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, dan perlindungan khusus anak,” lanjutnya.

“Untuk Perda sedang dalam pembahasan, saat ini telah terbentuk 12 gugus tugas Kecamatan layak anak, 12 gugus tugas kelurahan, 28 PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat), dan 14 Sekolah Ramah Anak, “tutupnya.

Komentar dibawah ini