14 Mahasiswa Aksi RUU Cilaka Ditangkap, BLC Lakukan Advokasi Hukum 

0
25

Serang, Badakpos.com – Banten Lawyers Club (BLC) melakukan advokasi hukum terhadap dugaan penangkapan 14 orang mahasiswa yang diamankan oleh pihak kepolisian saat aksi unjuk rasa di kota Serang pada tanggal 6 Oktober 2020.

Tiga orang Advokat BLC turun lanngsung mempertanyakan kelengkapan penangkapan dan status hukum dari beberapa masa Aksi yang diamankan oleh pihak Polda Banten.

“Upaya pendampingan yang kami lakukan berupa upaya menanyakan kejelasan berapa orang yang diamankan dan status legalitas penangkapannya, namun sangat disayangkan pihak Polda Banten belum memberikan kepastian terkait itu dan untuk sementara menunggu hingga 1×24 jam dari waktu penangkapan Ujar Gubernur Banten Lawyers Club Afriman Oktavianus S.H saat di wawancara, Rabu (7/10).

Diketahui sebelumnya, diduga Polisi menangkap empat belas mahasiswa yang berunjuk rasa di depan Kampus UIN SMH BANTEN, yang menggelar unjuk rasa menolak pengesahan UU Omnibuslaw Cipta kerja yang di sahkan pada sidang paripurna di Gedung Parlemen Senin 5 Oktober 2020.

“Yang kami ketahui, unjuk rasa tidak hanya sebatas penyampaian aspirasi, namun sempat terjadi kericuhan saat aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak pukul 15:00-02:00 Dini hari, dan akhirnya terjadi penangkapan dini hari,” ungkapnya.

Afriman Oktavianus S.H selaku gubernur Banten Lawyers Club yang juga berprofesi sebagai Pengacara itu menambahkan bahwa Banten Lawyers Club ikut mendampingi dan membuka call center advokasi hukum kebebasan berpendapat di provinsi Banten.

Yang dapat di hubungi melalui call center divisi Advokasi 0856-9236-4370 (A.Shofa) atau melalui seluruh media sosial Banten Lawyers Club.(BP1).

Komentar dibawah ini