9 Kader Undur Diri Tidak Bersedia Dilantik Jadi Pengurus Besar Mathla’ul Anwar ?

0
2640

Jakarta, Badakpos.com – Sebanyak sembilan calon Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) yang semestinya dilantik di Hotel Le Semar, Karawaci, Tangerang, Banten, pada hari Jum’at (25/6) menyatakan tidak bersedia masuk ke dalam komposisi pengurus yang dipimpin Ketua Umum PBMA, KH. Embay Mulya Syarief.

Sembilan calon pengurus tersebut berasal dari kader DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar yang pada awalnya menginisiasi pencalonan KH. Embay Mulya Syarief. “Terdapat dua organisasi badan otonom yang awalnya mendukung KH. Embay sejak Juli 2020 setahun silam,” kata Ketua Umum DPP Gema MA, Ahmad Nawawi.

Dua organisasi otonom itu kata Nawawi, adalah DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar (GEMA MA) dan DPP Himpunan Mahasiswa Mathla’ul Anwar (HIMMA). Dari 2 organisasi otonom itu KH. Embay kemudian mendapat dukungan mayoritas hingga 23 para pemilik suara dari 39 pemilik suara menjelang pemilihan pada Muktamar XX Mathla’ul Anwar pada April silam.

“Dengan dukungan itu KH. Embay maju sebagai calon ketua umum PB Mathla’ul Anwar periode 2021-2026,” kata Nawawi.

Pernyataan dukungan tersebut lanjut Nawawi, menjadi dokumen resmi yang dipegang pimpinan sidang. Pada prakteknya di bawah pimpinan sidang, atas berbagai pertimbangan akhirnya disepakati proses pemilihan Ketua Umum melalui Musyawarah Mufakat.

“Musyawarah mufakat tentu merupakan opsi terbaik agar tidak memberikan dampak psikologis dan dampak lainnya yang tidak baik pasca Muktamar”, tuturnya.

Kini setelah Pak Kyai Embay terpilih bersama tim formateur lainnya telah menyusun personalia pengurus PBMA periode 2021-2026. “Namun, ketika penyusunan personalia tersusun hingga menjelang pelantikan, kami tidak pernah mendapat informasi pemberitahuan resmi terkait kesediaan sebagai pengurus,” kata Destika Cahyana, salah satu calon pengurus yang tidak bersedia dilantik.

Senada dengan Destika, Achmad Yakub menilai, idealnya pengurus terpilih melalui proses seleksi dan etika organisasi yang baik. Calon pengurus hasil pilihan tim formatur, semestinya dilakukan rekonfirmasi dan rekomitmen kepada yang bersangkutan untuk kemudian dilantik. “Jadi tidak sepihak dan terkesan sangat bernuansa politis,” kata Yakub.

Proses tersebut, menurut Yakub, tidak mencerminkan PBMA sebagai organisasi modern sehingga kami menyatakan tidak bersedia untuk masuk menjadi bagian pengurus PB Mathla’ul Anwar periode 2021-2026. “Kami sudah sering terlibat di banyak organisasi modern, pasti kita dikonfirmasi terlebih dahulu secara resmi ketika diminta menjadi pengurus sebuah organisasi dan beberapa hal substansial yang tak terpenuhi,” kata Yakub.

Sembilan kader yang tidak bersedia dilantik adalah Ahmad Nawawi, Ali Fikri, Achmad Yakub, Destika Cahyana, Syahroni Yunus, Hanni Sofia, Tata Septayuda Purnama, Daden Ahmad Sugiri, dan Irwandi Suherman. (Bp1).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here