ABK Tongkang Turun Ke Darat dan Warga Ngabuburit, Ini Kata Pihak PLTU 2 Labuan

0
2

Pandeglang, Badakpos.com – Terkait dengan adanya informasi anak buah kapal (ABK) tongkang batu bara yang turun ke darat dan warga yang berkumpul atau ngabuburit di area lingkungan PLTU BLB OMU di saat pandemi corona, beberapa langkah telah diambil pihak perusahaan sebagai bentuk antisipasi dan kalrifikasi.

PLTU Banten 2 Labuan operation and maintenance service unit (BLB OMU) adalah salah satu unit pembangkit listrik yang dikelola oleh PT Indonesia power yang merupakan anak perusahaan PLN(persero), dalam pengoperasiannya PLTU BLB OMU mengelola 2 unit, masing-masing dengan kapasitas 300 MW dari total keseluruhan 600 MW(mega watt), berdasarkan informasi yang didapat Badakpos.com pada sabtu (9/5).

Sementara pihak Humas PLTU Banten 2 Labuan bernama Irwin melalui pesan whatsapp menyampaikan, terkait dengan adanya informasi ABK tongkang batu bara yang turun ke darat dan warga yang berkumpul atau ngabuburit di area lingkungan PLTU BLB OMU di saat pandemi corona, ini beberapa langkah yang diambil pihak perusahaan, diantaranya :

Sebelum adanya informasi ABK yang turun ke darat disampaikan, pihak PLTU Labuan telah melakukan langkah -langkah penting, termasuk pelarangan kepala seluruh ABK kapal tongkang batu bara yang sedang melakukan aktivitas bongkar batu bara untuk tidak naik dan turun dari kapal tugboat sejak awal mewabahnya virus covid-19, hal tersebut sesuai dengan surat pemberitahuan dari GM PT Indonesia power PLTU BLB OMU no. 005.Pt/014/BLB OMU/2020 tertanggal 18 maret,” terang Irwin.

Dilanjutkan Irwin, semua aktivitas ABK dan gerak kapal tongkang merupakan tanggung jawab dari pemilik tongkang serta penyedia eksportir batu bara.Dalam hal ini bukan menjadi kendali managemen PLTU BLB OMU, “namun demikian pihak managemen PLTU Labuan tetap melakukan pengawasan secara rutin, dikarenakan keberadaan PLTU BLB OMU selain sebagai obyek vital nasional juga sebagai proyek strategis nasional(PSN),” ungkap Irwin.

Masih dikatakan Irwin, bahwa pihak managemen PLTU Labuan segera melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak port management jetty selaku pengelola penerimaan batu bara agar intensif mengawasi aktivitas ABK di luar tugas yang diizinkan.

“Selanjutnya terkait informasi warga yang masih berkumpul disepanjang akses jalan alternatif PLTU Labuan, yang tidak mematuhi himbauan physical distancing(jaga jarak) di tengah pandemi corona dari pemerintah dengan dalih “ngabuburit”, sesuai dengan SOP dari perusahaan sebagai mana yang dilakukan setiap harinya dan saat ramadhan tahun lalu, pihak keamanan internal dibantu dengan keamanan eksternal melakukan patroli,” tutur Irwin.

“Dan semua ini tidak terlepas dari koordinasi dengan pihak kecamatan Labuan dan pagelaran, juga pihak Polsek dan koramil kecamatan Labuan serta pagelaran, dipastikan jalur alternatif kosong atau tidak ada yang berkumpul menjelang datangnya azan mahgrib hingga malam hari,” pungkas Irwin.

Komentar dibawah ini