Adaptasi Ditengah Pandemi, JSIT Pandeglang Gelar Pelatihan Blanded Learning

0
1

Pandeglang, Badakpos.com – Jaringan sekolah islam terpadu (JSIT) wilayah Banten melalui Yayasan Irsyadul ‘Ibad Pandeglang menggelar kegiatan pelatihan blanded learning dalam pembelajaran jarak jauh di Aula sohibul barokah Pandeglang, Rabu (2/9).

Koordinator Daerah Sekolah Islam Terpadu (Korda SIT) Kabupaten Pandeglang Isuti Rachman menyampaikan, blended learning merupakan bagian dari salah satu sistem pembelajaran yang akan diterapkan di era new normal sebagai bentuk upaya perbaikan dan adaptasi sistem kombinasi anatara digital dan non digital.

Isuti menuturkan, bahwa pihaknya menyambut era new normal sebagai bentuk peluang yang baik untuk terus meningkatkan kualitas sekolah. Baik dalam pelaksanaan KBM maupun evaluasi sekolah yang dilakukan Secara online.

“Terlepas bahwa isu pandemi covid ini, adalah propaganda digitalisasi dunia oleh perusahaan – perusahaan raksasa digital. Dan, kita dipaksa untuk masuk didalamnya. Akan tetapi, kita harus melihat hikmah besarnya sebagai sunnatullah dalam setiap perubahan zaman, kami pun melihat ini adalah sebagai peluang”, jelas Isuti.

SIT mengambil ini kata Isuti, sebagai peluang yang baik untuk terus meningkatkan kualitas sekolah, selain itu hikmah besarnya adalah kita dimudahkan dalam melakukan evaluasi secara online, “sekarang rapat tidak lagi harus bertatap muka, paper less bentuk absen laporan mulai berkurang berganti menjadi laporan dan absen digital,” jelasnya.

“Pandemi Covid 19 ini menuntut sekolah mau tidak mau harus melakukan inovasi baru yang disebut metode “Blended Learning”. Kuncinya ada empat, pertama, gunakan system administrasi digital, menguasai teknologi digital, konten edukasi harus kreatif, menggunkan system pembelajaran terpadu,”pungkasnya.

Ketua Dewan Pembina Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Pusat Sukro Muhab mengatakan, di tengah tuntutan kurikulum, ada keselamatan peserta didik, guru dan pelaku pendidikan yang harus tetap diutamakan. Untuk itu pihaknya perlu bersama – sama dalam merumuskan solusi pendidikan ideal di era new normal, salah satunya dengan mendorong para guru untuk mengimplementasikan “Blended Learning”.

“Kita harus mencetak guru yang produktif, guru yang cerdas serta yang bisa mengimplementasikan metode “Blended Learning” atau yang biasa disebut metode gabungan antara pembelajaran jarak jauh dan tatap muka,”katanya.

Kegiatan Turut dihadiri pula Drs. Hidayat Rahman, M.Si selaku Ketua Yayasan Irsyadul ‘Ibad Pandeglang, Ketua JSIT wilayah Banten Maya Yunus, M.Ag, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Pandeglang Taufik Hidayat, Kormin Majasari Hj. Ade.

Selepas acara pelatihan blanded learning, dilanjutkan dengan sosialisasi empat pilar yang dihadiri langsung oleh Dr. Almuzammil Yusuf, M.Si selaku Anggota MPR-RI, Oni Suwarman Anggota DPD-RI, dan Hj. Himmatul Aliyah, S.Sos, M.Si selaku Anggota DPR RI. (BP1).

Komentar dibawah ini