Agar Sejahtera, Petani Di Didik Sekolah Lapang

0
0

Pandeglang, Badakpos.com – Untuk memberikan kesejahteraan kepada para petani, banyak cara atau program yang dilakukan oleh pemerintah, salah satu program yang saat ini sedang dilakukan adalah sekolah lapang (SL) untuk para petani, adapun di provinsi Banten hanya dua kabupaten saja yang dapat program SL, yaitu kabupaten Pandeglang dan Lebak, informasi yang didapat wartawan Badakpos.com pada rabu(21/8/2019).

Sedangkan untuk kabupaten Pandeglang hanya 6 kecamatan saja yang dapat bantuan program SL ini, salah satunya adalah kecamatan Pulosari, yaitu di desa Banjawangi dan Karya Wangi.Dan untuk percontohan SL saat ini di desa Karya Wangi sedang dilaksanakan panen raya padi sawah.

Najib salah satu petani mengatakan, bahwa yang digunakan untuk SL ini adalah sawah miliknya, berkat ada program seperti ini ia sangat beruntung sekali.
“Sebagai kelompok tani saya sangat beruntung sekali dengan adanya program SL, yang biasanya dapat 4,5 hingga 5 ton saja tetapi kini bisa mencapai 7 sampai 8 ton gabah per hektare”, terang Najib.

Lanjut Najib, berharap SL ini berkelanjutan juga para petani di kecamatan Pulosari ini sangat butuh akan mesin pertanian atau Alsintan, sebab itu untuk menghemat waktu kerja serta menekan biaya tutupnya.

Ditempat yang sama, Entang Sunarya Korluh pertanian kecamatan Pulosari menuturkan, bahwa program SL terselenggara berkat kerja sama semua pihak dan stake holder lainnya, adapun untuk saat ini pertanian di kecamatan Pulosari masih mudah mendapatkan air walaupun di musim kemarau, karena masih tersedia air di saluran irigasi, yaitu irigasi Ciandur dan Cisuwuk.

Sedangkan, Budi S Januardi Kadis pertanian dalam sambutannya mengatakan, bahwa di di dalam kegiatan SL ini ada 3 hal yang sangat penting diperhatikan, yaitu benih yang unggul(untuk padi), pupuk yang seimbang dan pasokan air atau irigasi, karena tanpa semua itu niscaya program SL ini terealisasi.

Masih kata Kadis pertanian, dengan adanya SL atau program IPDM IP berharap petani di kecamatan Pulosari bisa mendapatkan ilmu juga kesejahteraan, kedepanya bisa menjadi petani mandiri dan tidak perlu lagi bibit atau benih dari luar, imbuhnya.

Dalam kesempatan itu selain Poktan dan Gapoktan juga hadir Kabid penyuluh, Camat Pulosari, Danramil, anggota Polsek, kepala desa, ketua KTNA kecamatan serta para pendamping IPDM IP dari 6 kecamatan juga undangan lainnya. (BP11).

 

Komentar dibawah ini