Aksi Anarkisme Demo RUU Cipta Kerja, Ketum DPP GEMA MA Apresiasi Langkah Tegas Kepolisian

0
59

Tangerang, Badakpos.com – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Genarasi Muda Mathla’ul Anwar (DPP GEMA MA) Ahmad Nawawi mengapresiasi langkah tegas kepolisian terhadap aksi anarkis saat menolak UU Omnibus Law, hal tersebut disampaikan ketum DPP GEMA MA di kediamannya dikawasan tangerang selatan, (18/10).

Penyampaian aspirasi dimuka umum adalah hak setiap warganegara dan dilindungi serta diatur oleh undang undang. Hanya saja kebebasan menyampaikan aspirasi, termasuk demonstrasi turun ke jalan harus tetap menjaga kondusifitas dan tidak melakukan tindakan yg melanggar hukum.

Ahmad Nawawi menyesalkan jika penyampaian aspirasi aksi demonstrasi turun ke jalan harus dinodai oleh tindakan oknum oknum yg melakukan tindakan anarkis dan merusak fasilitas umum, karena sangat berdampak serius terhadap kondusifitas dan keamanan di Masyarakat dan sudah pasti melanggar hukum.

“Sebagai contoh nyata, pembakaran beberapa Halte Busway dijakarta saat aksi demonstrasi menolak UU Omnibus Law kemarin sudah sangat mengganggu kepentingan masyarakat umum yg setiap hari menggunakan fasilitas tersebut, bahkan diprediksi secara materil menelan kerugian hingga Ratusan Milyar,” ujar Nawawi

Ahmad Nawawi yg juga Dewan Pendiri Dan Deklarator SAMAWI ini menyatakan, karena situasi kondusif dan rasa aman di masyarakat adalah hal yg utama dan penting diwujudkan, tentu sekecil apapun potensi kerusuhan harus diantisipasi dengan cepat, sehingga langkah tegas aparat hukum dalam hal ini Bareskrim Polri bertindak dan memberikan punishment terhadap pelaku kerusuhan sudah tepat.

“Langkah tegas Bareskrim Polri menetapkan tersangka terhadap pelaku lapangan dan aktor intelektual Aksi Demonstrasi Menolak Omnibus Law yg berakhir rusuh kemarin adalah langkah yang tegas dan tepat,” ucap Nawawi.

Kekhawatiran lainnya terkait aksi demonstrasi kemarin tentu saja terkait kesehatan masyarakat, karena dalam situasi pandemik Covid-19 saat ini masyarakat diharuskan mematuhi protokol kesehatan untuk physical distancing.

“Aksi demonstrasi yg melibatkan kerumunan banyak orang tentu menjadi kekhawatiran bersama, karena bisa saja akan menjadi Kluster Baru penyebaran Covid-19”. Tutup Nawawi.(BP1).

Komentar dibawah ini