Alih Fungsi Lahan & Tambang Emas Ilegal Jadi Penyebab Banjir & Longsor Lebak

0
0

Jakarta, Badakpos.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pantauan dari udara lokasi banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak, Selasa (14/1), dalam release nya BNPB menyampaikan bahwa Alih Fungsi Lahan Dan Tambang Emas Ilegal Jadi Penyebab Banjir & Longsor Lebak.

Menurut pantauan udara BNPB mendapati wilayah kerusakan hutan dan lereng bukit yang semakin parah.

Agus Wibowo, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menyampaikan, bahwa hal tersebut (bencana banjir dan longsor – red), akibat dari maraknya alih fungsi lahan yang dilakukan masyarakat, dari yang seharusnya tanaman besar yang menjadi penopang unsur tanah, menjadi jenis tanaman musiman, akibatnya wilayah tersebut kehilangan kekuatan dan pengendali vegetasi alami.

“Sehingga tak heran apabila akhirnya ada enam kecamatan yang terdampak mulai Kecamatan Sajira, Cipanas, Lebakgedong, Curugbitung, Maja dan Cimarga,” ungkap Agus.

Selain itu, BNPB juga menemukan lokasi tambang emas ilegal di hulu Sungai Ciberang, Gunung Julang yang masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Lebakgedong. Disisi lain, sepanjang bantaran sungai dan lembah ditemukan kondisi permukiman penduduk yang semakin padat, sehingga hal tersebut sekaligus menyebabkan wilayah kerentanan terhadap bencana semakin tinggi.

Menurut catatan BNPB ada 30 desa di 46 titik lokasi banjir dan longsor. Sebanyak 2.162 rumah mengalami kerusakan mulai dari kriteria rusak berat, sedang hingga ringan. Selain itu ada 24 jembatan putus, 1 kantor kecamatan rusak dan 3 kantor desa rusa.

Banjir bandang tersebut juga menyebabkan 1.392 KK yang terdiri dari 5.106 jiwa mengungsi. Sebanyak 9 orang meninggal dunia dan 2 dinyatakan hilang.

Nampak foto yang direlease BNPB, nampak dampak banjir bandang juga terlihat hingga waduk Karian. Dalam pantauan terdapat banyak material kayu yang terbawa arus banjir dari banyaknya kerusakan hutan. (BP1).

Komentar dibawah ini