APA KEBIJAKAN KEMENTERIAN SOSIAL TERHADAP LANSIA TERLANTAR DI INDONESIA ?

0
20

Pandeglang, Badakpos.com – Pandeglang merupakan salah satu daerah dari delapan (8) Kabupaten atau Kota di Provinsi Banten yang masuk kategori tertinggal. Hal ini tentu dilihat dari tingkat pendidikan, kesehatan hingga kesejahteraan masyarakat setempat.

Di Pandeglangpun masih banyak masyarakat yang ekonominya di bawah rata – rata seperti jompo lansia. Karena hanya mengandalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kecil, tentu Kabupaten tersebut belum dapat mengentaskan ketertinggalan dan kemiskinan di daerahnya.

Tentu untuk dapat lari dari ketertinggalan dan kemiskinan, butuh dukungan dari seluruh lapisan diantaranya pemerintah pusat melalui program kegiatan, seperti dikutip Badakpos.com dari www.kemensos.go.id – Salah satu program unggulan Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (Dit. RSLU) adalah Asistensi Sosial Bagi Lanjut Usia Terlantar (ASLUT) berupa pemberian dana bantuan sosial sebesar dua ratus ribu rupiah setiap bulan.

Sebelumnya sistem pemberian bantuan diberikan secara tunai, mulai tahun ini diberikan secara non tunai melalui bank negara yang ditunjuk dalam bentuk kartu Virtual Account Debet.

Untuk mengawal proses pencairan pemberian bantuan asistensi sosial, Kementerian Sosial dibantu oleh tenaga pendamping yang berasal dari berbagai unsur antara lain Karang Taruna, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan ibu-ibu anggota Program Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Tenaga pendamping juga menjamin agar bantuan sosial tepat guna dan tepat sasaran. Saat ini Kementerian Sosial sedang melakukan proses penyaluran bantuan sosial ASLUT yang mencakup tahapan; pertama, menentukan lembaga penyalur bantuan sosial; kedua, membuat perjanjian kerja dengan pihak penyalur berisi mekanisme penyaluran bantuan sosial dan produk perbankan yang akan digunakan; dan ketiga, melaksanakan sosialisasi penyaluran bantuan sosial.

“Kriteria penerima bantuan sosial ASLUT adalah lanjut usia yang berusia 60 tahun keatas dengan kondisi sakit menahun, hidupnya bergantung pada orang lain atau hanya berbaring di tempat tidur (bedridden), tidak memiliki sumber penghasilan, miskin dan terlantar”, ungkap Clara, Direktur RSLU Ditjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI.

Ditambahkan Clara, untuk memperoleh bantuan ASLUT tersebut, tenaga pendamping di tingkat desa dapat mengusulkan lansia terlantar yang sesuai kriteria kepada Dinas Sosial Kabupaten atau Kota dan Dinas Sosial Provinsi setempat.

“Nantinya penetapan penerima bantuan sosial tersebut dilakukan oleh direktorat kami”, pungkas Clara. (BP3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here