Atlet Olimpiade di pulangkan dari Jepang Jika Tidak Patuhi Prokes

0
38
Stock illustration of a two runners, man and woman, wearing a mask on the face because of coronavirus covid-19 and the new normality. Flat vector

Jakarta, BadakPos.com- Atlet asing yang berlaga di Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo terancam di tendang dari Jepang jika mereka melanggar peraturan yang bertujuan untuk mencegah virus corona, menurut buku peraturan yang dirilis selasa (22/6).

Versi Ketiga dan terbaru dari buku pedoman atau “playbook” dengan berbagai penanggulangan COVID-19 menyebutkan bahwa atlet juga menghadapi hukuman lain jika tidak mematuhi peraturan, termasuk pencabutan akreditasi dan hak untuk berpatisipasi dalam pertandingan, serta menghadapi denda.

“Mungkin ada konsekuensi yang di kenakan kepada anda jika terjadi pelanggaran terhadap upaya atau instruksi ini, seperti tunduk pada tindakan administrative dengan ketat, termasuk prosedur pencabutan izin tinggal anda di Jepang,” menurut pedoman tersebut, dan menggarisbawahi bahwa beberapa langkah berada di bawah yurisdiksi otoritas jepang, di kutip dari kyodo.

Di kutip dari Antara melalui Badakpos.com Buku Pedoman, yang di buat oleh penyelenggara dengan sarana dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Itu menentukan bagaimana dan kapan atlet  akan di tes COVID-19 selama pertandingan, serta apa yang akan terjadi jika seseorang di nyatakan positif.

Menurut penyelenggara, Atlet yang akan diskrining untuk virus corona setiap hari, pada prinsipnya, harus menyerahkan sampel air liur pada pukul 9 pagi atau 6 sore melalui petugas penghubung COVID-19 dari masing-masing komite Olimpiade nasional.

jika hasilnya positif, mereka akan menjalani tes berantai polymerase, yang dilakukan dengan usap hidung.
Pusat pengendalian infeksi yang di bentuk oleh panitia penyelenggara bertanggungjawab untuk mengonfirmasi tes positif COVID-19 atau memutuskan siapa yang melakukan kontak dekat dengan seseorang yang dites positif.

 

Pusat tersebut akan berkoordinasi dengan unit pendukung yang di operasikan oleh pejabat Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan komite paralimpiade internasional (IPC).

Aturan tersebut akan berlaku pada 1 juli. Buku pedoman untuk pejabat dan pekerja, termasuk yang berafiliasi dengan sponsor perusahaan dan media, akan di rilis di kemudian hari.

Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo akan menampilkan sekitar 15000 atlet dari seluruh dunia, dengan sekitar 78.000 ofisial dan staff dari luar negri, kurang dari setengah dari rencana awal sebanyak 180.000 orang.

Dengan kurang lebih 1 bulan menjelang pembukaan Olimpiade,  Presiden IOC, Thomas Bach , pekan lalu mengatakan bahwa penyelenggara berada dalam “fase pengiriman penuh.”

Penyelenggara, juga termasuk pemerintah metropolitan Jepang dan Tokyo, telah memutuskan untuk tidak mengadakan acara olahraga besar dengan penonton dari luar negri.

Mereka akan memutuskan akhir bulan ini dengan kebijakan mengenai penonton yang tinggal di Jepang, sementara pemerintah Jepang bergerak untuk mengizinkan setidaknya 10.000 orang dapat memasuki venue.

Tokyo dan beberapa daerah lain di Negara ini sedangb dalam darurat. Pemerintah kemungkinan akan mengakhiri keadaan darurat pada 20 juni karena gelombang infeksi keempat mulai mereda.

Namun, pemerintah sedang mempertimbangkan untuk menempatkan Tokyo dalam keadaan darurat semu selama Olimpiade setelah banyak pakar kesehatan menyatakan keprihatinan atas potensi lonjakan kasus COVID-19. (BPMG).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here