BAHAYA ROKOK ELEKTRIK (VAPE)

0
6

 


Oleh : Enong Liha

Penulis adalah : Mahasiswi STIKes Salsabila Serang.

 

 

Di era perkembangan zaman yang semakin pesat, banyak inovasi-inovasi baru yang bermunculan. Segala sesuatu dibuat dengan kecanggihan teknologi. Bahkan dimodifikasi untuk tujuan mempermudah dan mengefisienkan tatanan lama. Salah satunya yaitu kemunculan produk rokok elektrik. Rokok elektrik adalah suatu perangkat dengan tenaga baterai yang menyediakan dosis nikotin hidup memberikan efek sama seperti merokok konvensional (umum, lazim). Merokok merupakan salah satu kebiasaan penduduk Indonesia, khusunya kaum laki-laki.

Seiring berjalannya waktu rokok yang dulunya hanya terbuat dari tembakau kini mulai berinovasi menjadi rokok elektrik (vape). Kemunculan rokok elektrik membius banyak orang, tak hanya kaum laki-laki, wanita pun juga menggunakan rokok elektrik mulai dari kelompok anak-anak hingga remaja. Banyak yang mengira bahwa rokok elektrik adalah alternatif lebih aman dibandingkan dengan rokok tembakau yang punya bahaya cukup jelas.

Rokok elektrik (vape) awal kali dibuat dan diciptakan di Cina, oleh seorang Apoteker pada tahun 2003 untuk mengurangi asap rokok. Vape terdiri dari sebuah baterai, sebuah cartridge yang berisi cairan dan sebuah elemen pemanas yang dapat menghangatkan dan menguapkan cairan tersebut ke udara. Produk ini mengandung nikotin, yaitu zat adiktif yang juga dapat ditemukan dalam tembakau. Nikotin dalam vape merupakan zat yang terdapat dalam rokok tembakau. Awalnya, vape ini diciptakan dengan tujuan untuk membantu orang-orang berhenti merokok, namun karena dampaknya yang tidak aman bagi kesehatan, sejak tahun 2010 WHO (World Health Organization) tidak lagi merekomendasikan terapi tersebut.

WHO menyatakan “Tidak ada cukup bukti untuk menunjukkan rokok elektrik dapat digunakan sebagai terapi berhenti merokok”. WHO juga menyebut bahwa beberapa zat kimia yang ada didalamnya mengandung racun berbahaya. Fakta ilmiah BPOM (Badan Pengawas Obat Dan Makanan) menemukan bahwa rokok elektrik mengandung senyawa kimia berbahaya bagi kesehatan, diantaranya: nikotin, propilenglikol, logam karbonil, diethylene glycol, serta masih banyak bahan berbahaya lainnya.

Penggunaan e-rokok meningkat lebih dari tiga kali lipat sejak 2011. Sementara itu, penggunaan vape di kalangan orang dewasa muda berusia antara 18-24 tahun meningkat lebih dari dua kali lipat pada tahun 2013-2014. Penggunaan vape sama bahayanya dengan rokok konversional, yaitu merusak sel otak. Padahal sudah jelas kandungan yang terdapat pada rokok elektrik (vape) sangatlah berbahaya. Otak remaja sebenarnya sangat signifikan dalam perkembangan. Dan nikotin adalah neurotoxin, yang dapat menyebabkan masalah seumur hidup bagi remaja, termasuk menyebabkan masalah kesehatan mental, masalah perilaku, dan perubahan aktual dalam struktur otak. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melarang masyarakat Indonesia menggunakan vape karena mengandung zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan. Vape terbukti memperburuk kesehatan paru-paru, jantung, pembuluh darah, otak dan organ-organ lainnya.

Di Indonesia, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyatakan kasus serupa yang dicurigai terkait vape juga ditemukan di Indonesia. ”kasus penyakit paru terkait vape ini mungkin terjadi di Indonesia, hanya saja tidak ada pencatatan dan pelaporan seperti di Amerika Serikat. “Saya menangani satu kasus dan rekan sejawat saya juga satu kasus. Kami akan segera membuat guidline seperti di Amerika Serikat agar dapat terdata” kata ketua PDPI Dokter Agus Susanto. Kekhawatiran semakin meningkat saat penyakit paru akibat vape ditetapkan sebagai epidemi di Amerika Serikat. Sebanyak lebih dari 1000 kasus penyakit paru-paru pasien dilaporkan meninggal dunia. Seorang ahli kesehatan masyarakat, widyastuti menganggap apa yang terjadi di Amerika Serikat menjadi ’early sign’ akan bahayanya rokok elektrik yang juga tengah naik daun di Indonesia.
Sudah sangat jelas, dampak dari bahayanya rokok elektrik (vape).

Beberapa kasus sudah terjadi di Indonesia bahkan di luar negeri. Kasus yang memperlihatkan betapa bahayanya penggunaan rokok elektrik, bahkan dampak dari penggunaan rokok elektrik (vape) dapat mengakibatkan kematian. Selain dari zatnya yang berbahaya, penggunaan rokok elektrik juga dapat mengakibatkan terjadinya ledakan.

Beberapa kasus ledakan rokok eletrik telah terjadi di beberapa negara, diantaranya yaitu di negara Amerika Serikat daerah Nevada. Seorang remaja mengalami pendarahan pada mulut, dengan gigi patah dan lubang dibagian rahang akibat vape yang meledak. “Orang-orang perlu tahu bahwa perangkat ini (rokok) bisa meledak, bahkan di wajah Anda,” ujar dr Katie Russel, yang menangani kasus tersebut di Primary Children’s Hospital, melansir CNN. Rokok meledak saat korban tengah menguap. Kecelakaan aneh tersebut digambarkan dalam salah satu studi kasus yang diterbitkan pada New England Journal of Medicine.

Rokok elektrik juga menewaskan pria asal Flourida. Akibat ledakan rokok elektrik, pria tersebut mengalami luka bakar dan ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Kemudian di Indonesia juga telah terjadi kasus ledakan dari penggunaan rokok elektrik. Seorang pemuda asal Jawa Barat mengalami luka bakar di bagian dada, luka robek di bagian kelopak mata kanan, serta jari tengahnya. Vape yang dianggapnya memberikan kenikmatan tiba-tiba meledak dan mengakibatkan luka bakar dan robek. Bahkan sebagian baju dan celana yang di kenakan hangus terbakar.

Sekarang Pemerintah mengambil langkah lebih berani melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dengan mengusulkan pelarangan penggunaan rokok elektrik dan vape di Indonesia. Salah satu usulannya melalui revisi PP Nomor 109 Tahun 2012. Kepala BPOM, Penny Lukito mengatakan usulan tersebut nantinya akan masuk dalam revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan. Oleh karena itu perlu ditegaskan kembali bahayanya penggunaan rokok (vape). Dengan cara mempercepat peraturan mengenai larangan penggunaan rokok elektrik (vape).

Selain itu agar pengguna rokok elektrik jera, seharusnya pemerintah lebih tegas dan efektif dalam memberlakukan regulasi kepada seluruh masyarakat Indonesia. Selain memberlakukan larangan, masyarakat Indonesia juga harus diberi edukasi mengenai bahayanya merokok. Sehingga, diharapkan kedepannya pengguna rokok elektrik ataupun perokok konvensional akan berkurang, dan tidak ada lagi korban yang tewas akibat ledakan rokok elektrik (vape). Karena rokok jenis apapun itu, jika dikonsumsi akan mengakibatkan ketagihan dan merusak kesehatan tubuh.

Komentar dibawah ini