Bangkit Dari Keterpurukan, Penerima Jamsosratu Berwirausaha.

0
5

Serang, Badakpos.com – Nana Sofinah namanya, adalah seorang janda tiga anak yang sudah berpisah dengan suaminya, semenjak itu Nana kini menanggung beban kehidupan sendiri, anak yang sulung sudah berkeluarga, sedangkan Nana tinggal di rumah orangtuanya yang beralamat di Kp Baleman RT 004 RW 001 Desa Pasir Ampo Kec Kresek-Serang.

Semenjak single parent, wanita yang tinggal di gubug selaus 4×6 itu menanggung biaya kedua putrinya yang masih bersekolah, Syifa Alviona anak kedua Nana itu bersekolah di SMPIT kelas 9, dan ketiga bernama Agis Larasita bersekolah di MI Riyadhul Mubtadhiin.

Kehidupan yang semakin serba mahal dan sulit memaksa Nana bertahan, tak lain demi kedua buah hatinya yang masih sangat menbutuhkan perhatian seorang ibu.

“Tahun 2015 merupakan masa -masa sulit keluarga kami, hingga tahun 2016 kami melewatinya, dan kami pun masuk dalam program Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (Jamsosratu), dari situ saya dan kaleurga serasa memiliki nyawa tambahan”, ujar Nana

Semenjak menerima Jamsosratu Dari Dinas Sosial Provinsi Banten, Nana mulai bangkit dari keterpurukan, dengan terpapah perekonomiannya mulai beranjak membaik, “Serasa mendapat anugrah yang luar biasa, Jamsosratu menjadi wasilah saya bangkit dari keterpurukan, dan berkat pendampingan yang tulus dan sabar dari SDM Pendamping Jamsosratu saya mendapat arah tujuan hidup, saya sangat termotivasi”, imbuh Nana.

Menurut data yang dihimpun, Nana Sofinah tercatat telah menjadi penerima program jamsosratu dari Dinsos Provinsi Banten sejak tahun 2016. Nana sekarang sedang membangun wirausaha konveksi rumahan yang memproduksi pelampung ber merk safe vest.

Pasang surut didunia wirausaha tengah di rasakan oleh Nana, dengan sabar dan telaten Nana terus bertahan dalam usahanya, Nana berujar, “Dalam suasana naik turun nya usaha saya selalu di motivasi oleh pendamping jamsosratu, kang Zaenal namanya, tanpa lelah dan bosan kang Zaenal selalu memotivasi saya untuk tetap bertahan, kang Zaenal selalu berpesan agar saya selalu bersyukur, karena saya bukan satu – satunya orang yang kondisi ekonominya terpuruk”, Ungkap Nana.

Nana mengawali bisnisnya dibulan Mei, kini Tak kurang dalam sebulan 215 pcs terjual, dengan dua kali pengiriaman. Harga yang disajikan pun sangat terjangkau yakni harga Rp. 39.000,- saat ini memulai produksi pelampung yang sudah di order ke jakarta.

Zaenal Pendamping Jamsosratu, selalu berupaya memberikan bimbingan dan motivasi bagi bu Nana sebagai RTS (Rumah Tangga Sasaran) binaannya, bukan hanya memotivasi melainkan agar Nana memiliki kemauan keras untuk bangkit. “Sudah menjadi tugas kami selaku pendamping untuk mengupayakan perubahan mindset para penerima Jamsosratu agar meningkat keberdayaan dan keberfungsian sosialnya, hingga diharapkan kedepan akan tercipta kemandirian sosial mereka,” Kata Zaenal.

Bahan baku didapat Nana dari luar kota, kadang harus ke kotabumi, dan bahan baku lainya juga harus didapat di pasar tanah abang, melihat kondisi tersebut membuat Zaenal tergerak untuk terus memotivasi Nana.

“Saat ini kendala yang dialami kami dalam membantu ibu Nana adalah soal pemasaran, saat ini produk ibu Nana kami bantu pemasarannya hanya melalui jalur pertemanan dan medsos, baik via WA dan Facebook,” terang Zaenal.

Ditempat terpisah, Kasi Jamsoskel Dinsos Prov Banten Budi mengatakan bahwa pihaknya melalui para pendamping mendorong agar peserta Jamsosratu selain meningkat derajat kesehatan dan pendidikan anak – anaknya, juga dapat merubah pola pikir mereka agar lebih berdaya secara sosial.
”RTS Jamsosratu memang kami endorse melalui para pendamping untuk meningkatkan keberdayaan dan keberfungsian sosial mereka, Saya sangat apresiatif terhadap kemauan Ibu Nana ini dalam berupaya untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya, ini salah satu cerita sukses, sebuah program yg memiliki multiplier effect yg besar bagi penerimanya seperti Jamsosratu”Ujar Budi Dhrama kepada badakpos.com.

Budi juga menambahkan, kisah Ibu Nana juga harus menjadi motivasi bagi peserta jamsosratu lainnya agar bersemangat mengatasi keterpurukan, teruslah berdoa dan berusaha jangan putus asa, saya yakin karena karunia Sang Maha Kuasa tak akan pernah ada habisnya,” Tutup Budi. (BP1).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here