Bangunan Terendam Lumpur Banjir Bandang, MA Care Dirikan Madrasah Darurat.

0
1

Lebak Badakpos.com – Banjir bandang 1 Januari lalu mengakibatkan bangunan salah satu madrasah Mathla’ul Anwar di Kampung Seupang lama, Desa Pajagan, Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak terendam lumpur, hal tersebut langsung mendapat respon cepat dari lemaga sayap ormas Mathla’ul Anwar MA-Care, dengan mendirikan madrasah darurat disekitar area pengungsian penyintas, Selasa (7/1).

Pendidikan merupakan hak dasar bagi setiap manusia, dalam kondisi sesulit apapun, pemenuhannya menjadi kewajiban negara dan tentunya andil masyarakat sebagai penopang, hal tersebut menjadi dasar motivasi Mathla’ul Anwar Care (MA-Care) untuk segera mendirikan madrasah darurat diwilayah penyintas.

Hasil penelusuran MA-Care, saat ini di posko pengungsian korban banjir bandang Kampung Seupang lama, Desa Pajagan, Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak, terdapat 50 anak usia sekolah dari tingkat dasar hingga menengah. “mereka kehilangan rumah dan sekolah tempat mereka belajar, yakni Madrasah Ibtidaiyah Mathla’ul Anwar satu satunya sekolah yang ada di lingkungan mereka tinggal kondisinya mengenaskan karena tertimbun lumpur material banjir”, jelas Mulyadi.

“Beruntung saat keajadian kondisi Madrasah sedang kosong tidak ada kegiatan belajar mengajar, karena sedang libur semester ganjil, akan tetapi anak-anak harus kehilangan tempat mereka belajar baik di sekolah maupun dirumah. Mereka harus mengungsi karena rumah mereka ikut hancur, buku dan peralatan sekolah lainnya hilang terseret banjir bandang yang dahsyat, belum lagi kondisi psikologis mereka terganggu. Ada traumatik dalam diri anak anak karena begitu dahsyatnya bencana yang terjadi. Ungkap Mulyadi kepada Badakpos.com.

Mulyadi menambahkan, Di hari pertama pasca kejadian, tim Relawan Mathla’ul Anwar Care sudah tiba di kampung Seupang dan langsung berkomunikasi dengan kepala Madrasah Ibtidaiyah Mathla’ul Anwar Seupang, kemudian mendirikan tenda posko pengungsian untuk menampung para penyintas, melakukan evakuasi warga yang sebagian masih berada di titik rawan bencana.

“Hasil musyawarah tim MA Care dengan para penyintas dan kepala MI MA Seupang maka sepakat mendirikan Madrasah Darurat MI MA sampai kondisi gedung MI MA bisa digunakan dengan layak,” pungkasnya.

Masih kata Mulyadi, “Demi berjalannya aktivitas madrasah darurat MA Care menerjunkan tenaga pengajar dari MI MA, MTs MA, Aliyah MA Pusat Menes, SMA MA Menes Pandeglang, Mathla’ul Anwar Global School Pandeglang serta SMK MA Warunggunung Lebak, juga para Mahasiswa UNMA Banten”, tuturnya.

“Selain itu, bekerjasama pula dengan lembaga lain yaitu PMI Lebak, PMI Cilegon, Pokja Relawan Banten, Pelajar Islam Indonesia Banten serta Relawan sosial lainnya,” tutup Mulyadi.

Tampak Lokasi Berdirinya Bangunan Madrasah MI MA Seupang Terendam Lumpur

Sementara Sudrajat Kepala MI MA Seupang, saat di konfirmasi menyampaikan, Tepat hari ke tiga pasca kejadian, hasil musyawarah bersama akhirnya didirikanlah madrasah darurat secara bergotong royong, “bersama relawan MA Care dan masyarakat penyintas ikut turun tangan bahu membahu penuh semangat dengan fasilitas seadanya, beralaskan tanah, berdinding dan beratapkan terpal plastik,” pungkasnya.

“Untuk menyesuaikan dengan bangunan madrasah darurat yang hanya dua lokal, saat ini sementara kelas hanya dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kelas 1 dan 2, dan kelompok kelas 3 dan 4,” ungkap Sudrajat.

“Karena kondisi darurat kami bersepakat sementara fokus (pembelajaran) pada pemulihan psikologis anak, maka sistem belajarnya pun berbeda dari biasanya, lebih ringan, santai dan penuh tawa agar anak bergembira (trauma healing)”, tutup Sudrajat. (BP1).

Komentar dibawah ini