Bappeda Gelar FMSRB, Tanto : Upaya Kesiapsiagaan Masyarakat Terhadap Bencana

0
0

Pandeglang, Badakpos.com – Flood Management In Selected River Basin (FMSRB) digelar  Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pandeglang, merupakan bagian dari upaya kesiap siagaan masyarakat terahdap bencana, hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Pandeglang Tanto.W.Arban di Hotel S’Rizki, Kamis (17/10).

Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban mengatakan menyambut baik program tersebut, ini program yang sangat baik dalam mengatasi resiko banjir dan longsor, “Oleh sebab itu dalam setiap program dan kegiatan yang dijalankan harus sesuai dengan aturan dan ketetapan yang berlaku agar hasil yang dicapai akan baik,”katanya.

Lebih lanjut Tanto mengatakan program FMSRB di gulirkan oleh Pemerintah Pusat sebagai upaya untuk mengembangkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana, karena memang wilayah Kabupaten Pandeglang termasuk wilayah yang rentan bencana, dan atas dasar itulah Pemerintah daerah mendorong semua pihak untuk dapat mengembangkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap pengelolaan resiko bencana, selain itu peran masyarakat juga kita dorong untuk aktif dalam perencanaan kegiatan program ini,”tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bappeda Kabupaten Pandeglang Utuy Setiadi mengatakan program FMSRB merupakan program Pemerintah Pusat dalam bentuk sinergitas kegiatan antara Pemerintah Pusat dengan daerah, program menyasar pada pengelola dampak dan resiko yang di akibatkan banjir dan longsor yang di timbulkan dari sungai cidanau, cidurian dan sungai ciujung,”kata Utuy.

Lebih lanjut, Utuy menjelaskan ada empat sasaran dari Program FMSRB, yaitu pertama untuk meningkatnya kualitas perencanaan pengelolaan risiko banjir, kedua meningkatnya kualitas pengelolaan lahan dan infrastruktur pengendali banjir, ketiga meningkatnya kapasitas pengelolaan risiko banjir berbasis masyarakat, serta keempat meningkatnya kualitas koordinasi penyusunan kebijakan dan pengelolaan risiko banjir di tingkat nasional, sehingga peningkatan kapasitas pengelolaan risiko banjir berbasis masyarakat menjadi sangat penting dalam program ini,”

Masih kata Utuy, “program ini melibatkan lima wilayah di Kabupaten Pandeglang yakni Kecamatan Mandalawangi, Majasari, Karang Tanjung, Pandeglang dan Kecamatan Banjar, maka dari itu, bagaimana supaya dampak longsor dan banjir berkurang, apakah sungai tersebut di sodet atau perlu di buat irigasi, manakala terjadi bajir, sehingga luapan sungai tersebut tidak mengganggu lahan pesawahan dan tempat tinggal masyarakat”,tuturnya.(BP1).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here