Belajar Bisnis

0
2

Oleh : Tubagus Soleh bin Mursin Al bin Hassan

Penulis adalah : Ketum Babad Banten. Pembelajar di Albayt University Al Bantani

 

Bila melihat konglomerat di Tivi atau di medsos rasanya enak banget hidupnya. Semuanya serba gampang. Keliatannya serba mudah. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Apalagi sudah menyangkut masalah duit. Konglomerat memang gudang duit berjalan.

Saya sering menggunakan Daya Khayal agar saya mampu mencetak biru diri saya menjadi konglomerat. Mensetting ulang alam bawah sadar agar cetak biru diri yang kita ingin wujudkan.

Intinya bagaimana membangun mental menjadi kuat, kokoh dan tabah dalam menjalani proses anak tangga kesuksesan. Tidak gampang memang merekonstruksi mental dari mental nyerahan ke mental bertahan. Dari mental kalahan ke mental menangan. Dst. Perlu proses panjang bahkan bisa jadi prosesnya seumur hidup kita.

Menjadi pemenang perlu latihan yang keras, serius, konsisten dan mampu beradaptasi dengan situasi dan kondisi zaman bagaimanapun juga.

Kemampuan beradaptasi merupakan kunci penting agar kita bisa bertahan hidup bahkan bila di dukung dengan skill yang tinggi besar kemungkinan kita mampu mengembangkan bisnis yang kita sedang lakoni.

Untuk bisa beradaptasi kata kuncinya Belajar. Menjadi manusia Pembelajar adalah menjadi manusia yang selalu update. Manusia yang mampu mengikuti perkembangan kemajuan zaman dan sekaligus mampu beradaptasi dalam kondisi zaman bagaimanapun juga.

Belajar dan Bisnis dua perilaku kegiatan yang bisa saling menguatkan, saling mendukung, saling memuliakan agar mencapai puncak kesuksesan hidup kita.

Belajar adalah Gerbang Ilmu Pengetahuan. Siapapun yang memiliki semangat untuk selalu belajar pasti dia menjadi manusia update.

Sedangkan bisnis merupakan aktivitas hubungan antar personal yang sama-sama menginginkan keuntungan dan Sama-sama menginginkan kemenangan.

Akhlak Bisnisman Muslim sejati dia akan memberikan kemenangan terlebih dahulu kepada patner bisnisnya. Membuang jauh-jauh keinginan untuk serakah menang sendiri. Pengen dapat gede sendiri.

Menjadi pebisnis bukan sekedar pedagang biasa. Sekedar jual beli biasa. Tapi dia mampu membangun kemuliaan bagi setiap orang yang berpartner dengan dia. Merasa mendapat kemenangan, merasa mendapat kemuliaan dan merasa aman kalau berbisnis dengan kita.

Dalam sejarah Islam, Pebisnis muslim adalah Da’i-Da’i hebat yang mampu membangun peradaban bangsa dimanapun dia berbisnis. Contoh paling nyata Pebisnis Muslim Da’i-Da’i hebat adalah Para Walisongo yang begitu melegenda di bumi Nusantara. Ya Wali, Ya Bisnisman, Ya Negarawan, Ya Raja, dan Ya Sultan.

Beruntung banget kalau anda bercita-cita menjadi konglomerat Muslim yang hebat dan sekaligus Da’i yang Tangguh.

Indonesia sangat membutuhkan sosok seperti itu.

By Soleh bin Mursin Al bin Hassan, Ketum Babad Banten. Pembelajar di Albayt University Al Bantani.

Komentar dibawah ini