Biaya Pilkada Tahun Depan, Diprediksi Akan Pangkas Anggaran Pembangunan

Pandeglang, badakpos.com – Kebutuhan anggaran untuk proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Pandeglang belum diputuskan. Akan tetapi, melihat biaya yang dikeluarkan pada tahun 2015 lalu sudah mencapai diangka Rp60 miliar, maka diperkirakan anggaran yang dibutuhkan untuk tahun 2020 mendatang diatas biaya Pilkada pada periode sebelumnya.

Hal ini dilihat dari bertambahnya jumlah pemilih, TPS, dan beberapa aturan yang mengaturnya.
Terlebih hal itu berkaitan dengan standar satuan harga belanja honor dan lain sebagainya. Melihat hal itu, Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Pandeglang memprediksi biaya Pilkada tahun 2020 akan memangkas kebutuhan belanja langsung, khususnya dalam hal pembangunan infrastruktur.

Ramadani, Kepala BPKD Pandeglang menyatakan beban belanja yang bakal digunakan untuk Pilkada Pandeglang mendatang akan sangat besar. Sehingga, besarnya biaya itu dipastikan akan menimbulkan konsekuensi pemangkasan biaya kegiatan belanja langsung. “Hal yang pasti begitu beban belanja untuk Pilkada besar. Konsekuensinya, ya itu belanja langsung kegiatan kita kurangi. Karena uangnya tidak ada lagi dan hanya segitu,” kata Ramadani, Senin (17/6).

Masih dikatakan Ramadani, untuk sampai saat ini ia belum bisa menentukan secara pasti nominal yang akan digunakan untuk Pilkada mendatang. Karena sampai saat ini pihaknya baru menerima proposal yang diajukan oleh pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pandeglang. “Penyelenggara mengajukan biaya sebesar Rp100 miliar. Tapi itu bukan cuma untuk KPU, tetapi juga meliputi Bawaslu, penyelenggara ditingkat PPK hingga KPPS, sampai biaya pengamanan dari TNI Polri. Bahkan biaya itu pun akan mencakup kemungkinan adanya Pemungutan Suara Ulang (PSU),” beber Pria berkacamata ini.

Kendati demikian, Pemkab perlu membahas hal itu lebih mendalam. Pemerintah akan menghitung ulang kebutuhan dan ketersediaan anggaran. Termasuk penerimaan dana perimbangan dari pemerintah pusat. “Mungkin yang harus nanti kami cek kembali dengan teman-teman KPU adalah jumlah TPS. Karena yang paling signifikan itu jumlah TPS,” tutupnya. (BP-10)

 

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *