Blokade Qatar, Menyulitkan Ribuan Orang Bertemu Keluarga

0
5

Badakpos.com – Pemutusan hubungan diplomatik negara Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir dengan Negara Qatar berdampak negatif untuk ribuan orang, diantaranya yang ingin bertemu dengan keluarganya.

Seperti dikutip Badakpos.com dari REPUBLIKA.CO.ID, DOHA — Menurut Ketua Komite Hak Asasi Manusia Nasional (NHRC) Qatar Ali Bin Smaikh al-Marri pemotongan hubungan diplomatik, penutupan udara, darat dan laut, dan pembatasan terhadap Qatar lebih buruk daripada Tembok Berlin.

Al-Marri mengatakan blokade Qatar telah melanggar hak lebih dari 13 ribu di negara-negara Arab yang terlibat dengan blokade itu. Mereka merupakan anggota keluarga yang tinggal dan berasal dari negara-negara yang terlibat dalam konflik ini.

“Semua keputusan ini benar-benar merupakan pelanggaran terhadap hak-hak keluarga,” kata Marri, dilansir dari Aljazirah, Sabtu (17/6).

Menurut NHRC, tindakan yang dilakukan oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir, telah memisahkan ibu dari anak-anak mereka dalam beberapa kasus. NHRC menerima ratusan keluhan melalui surat elektronik atau email, telepon dan hotline. Sebagian datang langsung ke kantor NHRC di Ibu Kota Qatar, Doha.

Al-Marri mengatakan prosedur blokade ini lebih buruk daripada Tembok Berlin karena telah memisahkan keluarga. Dia mencontohkan seorang pria Arab Saudi meninggal di Qatar.

Pemerintah Saudi mencegah anak-anaknya untuk membawa mayat kembali ke rumah sehingga Qatar mengambil tanggung jawab untuk menguburkannya. “Ini hukuman kolektif dan blokade akan mempengaruhi ribuan orang,” ujar al-Marri.

Al-Marri pun menyambangi kantor Dewan Hak Azasi Manusia PBB (UNHCR) di Jenewa, Swis, pada Jumat (16/6). Dia meminta PBB mengutuk blokade Qatar. Jika blokade ini terus berlangsung al-Marri akan meminta Dewan Hak Azasi Manusia untuk membentuk tim pencarian fakta untuk melihat dan menindaklanjuti pelanggaran tersebut.

Dia juga menyatakan blokade mempengaruhi pendidikan warga Qatar di negara-negara yang berselisih. Menurut dia, para siswa diminta pulang atau dipaksa meninggalkan sekolah tempatnya belajar di negara-negara yang memboikot Qatar. (BP3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here