Bupati Geram, Lantaran Sergap Tidak Sesuai Harapan

1
17

Pandeglang, Badakpos.com –  Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, saat ini petani di Kabupaten Pandeglang sedang panen raya, jadi bulog harus hadir untuk serap gabah. Apabila penyerapan tidak dilakukan, berarti petani tidak diharhargai. “Saya tersinggung ketika stok di bulog bukan dari panen petani,” unkap Bupati Pandeglang Irna Narulita saat rapat tindaklanjut Serap Gabah, Senin (26/2/2018) di Makodim 0601.

 

Irna meminta, stok bulog di subdrive Lebak – Pandeglang harus dari wilayah Pandeglang dan Lebak. Bahkan kata Irna, untuk pengadaan rastra sendiri harus dari wilayah Pandeglang. “Saya harap bulog dapat serap gabah dari Bumdes, Gapoktan, dan para mitra Bulog yang ada di Pandeglang. Jika penyaluran Rastra beras dari petani, tentu kualitasnya akan lebih baik,” harapnya.

 

Masih kata Irna, jika bulog memang terbatas dengan gudang dirinya siap membantu dalam pengadaan gudang untuk menampung gabah dari petani. “Silahkan pakai tanah milik saya untuk penyimpanan. Yang pasti harus serap gabah, karena mereka (petani) kalau musim hujan tidak punya pengering dan gudang,” pungkasnya.

 

Sementara itu, Direktur Bulog Subdrive Lebak-Pandeglang Sarjaka mengatakan, memang saat ini tahun 2018 pihak bulog diberikan jatah oleh pusat untuk menyerap beras kurang lebih sebesar 18 ribu ton. “Hal ini dilihat dari saluran kita untuk Lebak-Pandeglang 2000 ton/tiap bulan,” katanya.

 

Walaupun mendapat jatah 18 ribu ton untuk tahun 2018, Sarjaka akan melakukan serap beras dan serap gabah dari para mitra bolog sebanyak 24-26 ribu ton untuk tahun 2018.”Itu saya rata-ratakan dikali tiap bulan dengan jumlah keluaran. Tapi saya ingin lebih dari itu, ” ucapnya.

 

Diminta menyerap lebih dari jumlah tersebut, Sarjaka beralasan bahwa saat ini Bulog keterbatasan gudang untuk menampung dan intruksi dari pusat.” Memang kapasitas gudang kami terbatas, saat ini ada 3 malingping, montor, dan jalaraja yang dapat menampubg sekitar 6000-7000 ton. Jadi untuk pola pengadaan bulog lebih dari itu masih pakai swasta, dan sudah ada 33 mitra bulog yang akan menyerap hasil panen termasuk Gapoktan, Koperasi Kodim yang akan baru ditambahkan, ” jelasnya.
Sarjaka menjelaskan, untuk harga beras sesuai Inpres no.5 tahun 2015 harga per/kg untuk beras medium kurang lebih Rp. 7.300, namun itu bisa ditaikan setingginya 20%. “Untuk saat ini harga beras medium kurang lebih mencapai Rp.8.760/kg,” tambahnya.

 

Hadir dalam acara ini Komandan Kodim 0601 Pandeglang Letkol Inf Nur Heru Fitriana Wibawa, dan Komandan Kodim 0603 Lebak Lekol Arh Syafa Susanto.(Bp3)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here