Bupati Himbau Masyarakat Huntara Jaga Kebersihan Dan Kebersamaan

Pandeglang, badakpos.com – Sebanyak 248 Hunian Sementara (Huntara) telah diserahterimakan bagi warga Citanggok, Desa Teluk. Bupati Irna Narulita berharap masyarakat penghuni Huntara dapat menjaga kebersihan dan kebersamaan. “Jaga kebersihannya agar kondisi tetap sehat, karena kesehatan berawal dari pola hidup yang bersih,” kata Bupati Irna saat menijau Huntara di Citanggok, Rabu (19/6).

Saat melihat Huntara, Bupati Irna menyambangi dua lansia yang sudah sepuh dan diperkirakan usianya 140 dan 130 tahun yang tinggal sendiri lantaran sanak sodaranya tinggal diluar Pandeglang.

Dua lansia itu yakni Sumirah (140) dan Saud (130), namun, Saud saat ini kondisi kesehatannya sedang terganggu. Oleh sebab itu Bupati Irna mengintruksikan kepala UPT Puskesmas setempat mengambil tindakan. “Selain jaga keberssihan, harus jaga kebersamaan, jika ada yang sakit disini harus saling bantu. Dan siapapun lansia yang ada di Pandeglang harus kami perhatikan karena sebagai warga negara indonesia,” ungkap Irna.

Terkait Sumirah, Bupati Irna menyarankan dirawat dirumah singgah nenek aki untuk diberikan pelayanan dan perawatan karena sudah sebatangkara. “Ibu mau yah dirawat dirumah singgah agar lebih terlayani dan dapat cukup asupan makanan,” ucap Bupati kepada Sumirah.

Namun Sumirah enggan ikut ke rumah singgah yang diungkapkan Bupati, dan lebih memilih tinggal di huntara bersama warga lainnya.

Terkait Saud, menurut penuturan Babinsa setempat sebelumnya memang sudah mendapatkan perawatan di Puskesmas, lantaran tidak ada perubahan, lansia Saud akhirnya kembali dibawa kerumah. “Kemarin kami sudah membawanya ke puskesmas Labuan, tapi tidak ada perubahan dan tidak ada yang menunggu karena anak nya ada di Palembang,” terang Tahrir Babinsa.

Akhirnya saat ini, lansia Saud dibawa kembali ke Puskesmas dan akan mendapatkan perawatan lebih lanjut. Kasubag Tata Usaha Puskesmas Labuan Yani Ahyani saat ditemui mengatakan, lansia Saud akan dirawat kembali, namun kendati demikian, pihak keluarga harus ada untuk menjaga selama pasien dirawat.”Kami siapkan fasilitas kesehatan, dan keluarganya menunggu selama pasien ini kami rawat,” ujarnya.

Terkait kondisi yang diderita lansia Saud, Yani menjelaskan bahwa lansia Saud ini terlihat kurang cairan, atau terindikasi sindroma Gariatri (kumpulan gejala usia lanjut).”Karena basic saya perawat jadi sedikit tau jika melihat kondisi seperti ini, oleh sebab itu setelah dirawat, kita akan nunggu diagnosa dokter dan kalaupun kita melakukan tindakan harus seizin keluarganya,” terangnya.

“Dan jika memang sanggup ditanganu disini, kita akan lakukan. Namun apabila harus dirujuk, kita akan minta persetujuan keluarga terlebih dahulu,”imbuhnya.

Untuk biaya, lansia Saud, dikatakan Yani akan menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) karena dia orang tidak mampu. “Kami sudah minta bantuan kepada kepala Desa untuk mengurus pembuatab SKTM nya,” tutupnya.(Bp-3)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *