Bupati Irna Kecam Aksi Kekerasan Terhadap Muslim Rohingnya

0
15

Pandeglang, Badakpos.com – Bupati Pandeglang Hj. Irna Narulita mengecam aksi yang dilakukan terhadap warga Muslim Rohingnya Myanmar. Hal ini terungkap saat Bupati Pandeglang Irna Narulita hadiri acara aksi solideritas untuk Muslim Rohingnya di Alun-alun Pandeglang, Senin (11/9/2017).

Ribuan masyarakat Kabupaten Pandeglang hadir dalam acara ini yang diselenggarakan oleh Forum Solidaritas Muslim Pandeglang (FSMP). Hadir pula Forkopimda Pandeglang, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan para alim ulama dari berbagai penjuru pandeglang.

Bupati Irna berharap, aksi dukungan untuk Rohingnya yang dilakukan di beberapa daerah hususnya Kabupaten Pandeglang, dapat menggugah Pemerintah Myanmar untuk menghentikan aksi biadab yang melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). “Selain kita mengecam, harus melakukan aksinyata sebagai dukungan  untuk sodara kita disana (Rohingnya-red) melalui donasi dan infak yang dikumpulkan untuk disalurkan kesana,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Pandeglang K. H Hamdi Ma’ani selaku penanggung jawab mengatakan, yang mendorong aksi pada saat ini yaitu berpedoman kepada Almuslimuna Ikhwah (Orang muslim itu bersaudara), Al-Muslimu Akhlul Muslimi (Orang muslim satu bersaudara dengan yang lainnya), dan malam yahtamma bi amril muslimin palawa minhum. “Kita telah diperlihatkan dengan adanya aksi yang biadab oleh etnis budha dirohingnya. Kita harus merasa terpanggil, dengan do’a insya Allah mengetuk pintu langit mengharap pertolongan Allah. Swt,” katanya.

Sekalipun tidak kesana, kata K.H Ma’ani, aksi ini telah menunjukan menyuarakan ke dunia bahwa muslim pandeglang bersatu. Muslim pendeglang berharap kepada Persiden Republik Indonesia untuk melakukan aksinya meminta Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) untuk menghentikan kegiatan biadab. “Jika tidak didengar oleh dunia, Presiden harus menarik KBRI di Myanmar. Saya selaku ketua umum berharap aksi ini murni do’a untuk sodara kita di myanmar, untuk itu peserta jangan ada yang melakukan tindakan anarkis,” pungkasnya. Hingga pukul 13.00 WIB, jumlah dana yang terkumpul sekitar Rp 80 juta dan sudah disalurkan kepada lembaga Harfa dan Aksi Cepat Tanggap (ACT)

Kegiatan diakhiri dengan membaca pernyataan sikap, yaitu (1) Mengutuk tindakan penindasan dan tidak beradab terhadap etnis Rohingya. (2) Meminta Pemerintah Indonesia mengusir Duta Besar Myanmar dari Indonesia jika negara itu tidak serius menyelesaikan kejahatan kemanusiaan tersebut. (3) Mendesak negara anggota ASEAN memberikan sanksi diplomatik kepada Myanmar. (4) Mendesak PBB untuk menekan Myanmar agar memberikan hak hak kewarganegaraan kepada etnis Rohingya dan menyeret elit pemerintah Myanmar yang menjadi aktor intelektual ke Mahkamah Internasional. (5) Meminta Presiden RI Bapak Jokowi untuk berperan aktif dengan mendatangi PBB melakukan langkah langkah diplomatif guna menyelesaikan masalah Rohingya. (6) Meminta Pemerintah Indonesia untuk mempertimbangkan kemungkinan disediakannya satu kawasan untuk menampung sementara para pengungsi etnis Rohingya. (BP3)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here