Bupati Lebak & LAZ Harfa, Resmikan Jembatan Pertama Pasca Banjir Bandang

0
0

Lebak, Badakpos.com – Bupati Lebak Iti Oktavia Jayabaya didampingi unsur muspida bersama LAZ Harfa dan BMM resmikan jembatan gantung  pertama pasca banjir bandang, di jembatan gantung di Kp. Muhara, Desa Ciladaeun, Kec. Lebak Gedong, Kab. Lebak, Rabu (5/2).

Setelah melalui proses yang panjang, jembatan perintis harapan penyintas banjir telah terbangun kokoh. Jembatan sepanjang kurang dari 100 meter tersebut telah membuka kembali harapan warga yang sebelumnya terisolir akibat musibah banjir bandang dan tanah longsor.

Akibat dari banjir bandang awal Januari lalu, puluhan jembatan menjadi akses warga rusak dan hanyut, hal tersebut menjadi alasan dibangunnya jembatan gantung di kampung Muhara  Desa Ciladaeun, yang manfaatnya sangat membantu sekali dalam pemulihan  aktivitas warga, seperti ke sawah, kebun, sekolah, dan akses ke berbagai tempat lainnya.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, hadir sekaligus meresmikan jembatan tersebut, Iti menjelaskan bahwa terwujudnya jembatan harapan ini adalah bukti bahwa banyak orang-orang yang masih peduli terhadap masyarakat Lebak yang tertimpa musibah.

“Akibat musibah ini kurang lebih ada 27 jembatan yang rusak dan hanyut di Lebak ini. Adanya gerakan-gerakan sosial dari Lembaga-lembaga sosial seperti ini sangat membantu masyarakat. Kami Pemerintah Kabupaten Lebak sangat berterimakasih kepada LAZ Harfa, BMM, dan juga Vertical Rescue Indonesia yang telah mewujudkan harapan kami, mendampingi masyarakat untuk bangkit,” ucapnya.

“Kami bersama BMM berkomitmen selama 1 tahun kedepan akan mendampingi para penyintas. InsyaAllah ini menjadi manfaat, berkah untuk kita semua,” ucap Indah Prihanande, Direktur Utama LAZ Harfa.

Galih Pujonegoro, Perwakilan BMM menjelaskan bahwa adanya jembatan ini dapat membantu mempererat silahturahmi masyarakat, memudahkan akses pendidikan dan ekonomi.

“Kami sangat terpukul dengan adanya musibah di sini. Kultur gotong royong di desa ini sangat kental sekali, masyarakatnya luar biasa. Sehingga, kami tidak ragu untuk membantu masyarakat di sini bersama LAZ Harfa karena kami juga sudah mendampingi selama 2 tahun,” ujarnya.

Pembangunan jembatan ini memakan waktu kurang lebih 1 minggu. Selama itu masyarakat bersama para relawan bahu membahu bergotong royong dari pagi hingga malam hari.

“Jembatan ini sangat vital untuk warga di sini karena jembatan yang hanyut adalah jembatan utama jalur antar provinsi. Harfa sangat sigap sekali langsung membangun hingga terwujudlah jembatan ini. Terimakasih juga BMM dan tim VRI,” ucap Yayat Dimyati, Kepala Desa Ciladaeun.

Selain Bupati Lebak Iti Oktavia, dalam kegiatan tersebut,turut hadir pula, Perwakilan Kemenag Lebak, Kapolsek Lebak, Direktur Utama LAZ Harfa, Perwakilan Baitul Maal Muamalat (BMM), Camat Lebak Gedong, Kepala Desa Ciladaeun, Tokoh Masyarakat setempat, dan lain-lain. (BP1).

Komentar dibawah ini