Bupati Pandeglang, Akui Akan Segera Rombak Susunan Kabinet

0
0

Pandeglang, badakpos.com – Menindak lajuti soal rotasi dan mutasi dari Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BPKD), Ali Fahmi Sumanta bahwa akan ada perombakan kabinet atau dirotasi, mutasi, dan promosi pada bulan Agustus mendatang.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengakui dalam waktu dekat ini harus dilakukan reformasi birokrasi atau mutasi dan rotasi jabatan untuk menunjang targetnya tersebut. Bahkan baik secara jabatan, hasil uji kompetensi dan fakta integritas, Irna sudah mengantongi siapa-siapa saja pejabat yang perlu kena rotasi dan mutasi.
“Rotasi dan mutasi harus segera kami lakukan, agar roda organisasi ini berjalan dengan baik. Ada yang kerjanya semangat bakal tetap disitu, dan ada yang kerjanya tidak semangat ganggu program banget ini, tentu bakal dipindahkan. Melihat saya bersama pak Tanto hanya satu tahun setegah lagi,” tegas Irna saat ditemui wartawan badakpos.com.

Irna kembali menegaskan, dalam perombakan kabinet yang bakal dilakukannya itu benar-benar sangat berpengaruhan besar untuk mengedepankan Peraturan Perundang-undangan. Selain itu Irna merasa selama menjabat sebagai bupati kurun waktu 3 tahun lebih ini, jabatan kepala seksi (Kasi), Kepala Bidang (Kabid), dan Kepala Dinas (Kadis) banyak sekali yang kosong. Maka dari itu perlu sekali dilakukan rotasi dan mutasi. “Kalau jadi Presiden sih enak, bisa ngambil dari luar atau independen. Kalau bupati enggak, yang ada aja diputar-putar, dan harus dari lingkungan PNS aja. Sehingga kami pecut terus, supaya mereka (pejabat) menyeimbangi program kami yang harus diselesaikan cepat,” ujarnya.

Masih dikatakan Irna, pada implementasinya masih ada pejabat yang menindaklanjuti tugasnya memang sangat lambat. Maka dari itu Irna tekankan, sesuai kebutuhan bakal dilakukan rotasi, dan pejabat yang masih memegang amanah dengan baik bakal dilanjutkan dan dipertahankan. “Jadi kami pilah-pilah terlebih dahulu, tidak semua kami rombak. Yang kami butuhkan itu ditempat-tempat yang urgen berkaitan yang dibutuhkan publik dan bisa diajak kerjasama baik dengan saya maupun kalian para media,” jelasnya.

Saat ini, Irna tengah mencontohkan dinas mana saja yang kinerjanya dinilai belum maksimal sesuai keinginannya dan keinginan publik, seperti kaitan penegakan Peraturan Daerah (Perda) yang selama ini masih dianggap lemah karena masih banyak bangunan liar dan baliho liar belum ditindak sama sekali. “Masih banyak lagi masalah-masalah terkait infrastruktur jalan harusnya ada tiga kecamatan yang jalannya tuntas dan dapat menjadi contoh. Pemerintahan Desa jalan tidak, kurangi dong permasalahan kerugian negara, pelakasnaan desa harus sperti apa, kalau kurang menguasai didalamnya, ganti,” bebernya panjang.

Sejauh ini Irna merasa, selama lima tahun ini bisa melakukan rotasi dan mutasi kepala dinas sampai tiga kali karena sesuai kebutuhan, bukan karena dia like and dislike. Melainkan yang diinginkannya itu, supaya roda organisasi berjalan dengan baik dan dapat benar-benar memberikan pelayanan terhadap masyarakat dengan maksimal. “Setahun setegah dia tidak bisa menindaklanjuti, ya putar. Apalagi yang pelayanan publik, tidak bisa ngomong ke publik, tidak bisa menyelesaikan masalah, harus bupati yang turun tangan, ya repotlah. Intinya, ini bukan like and dislike akan tetapi lebih kepada ingin kerja cepat dan terbaik untuk masyarakat,” tutupnya. (BP-10)

Komentar dibawah ini