CILEGON, GELIAT KOTA KECIL DENGAN SEJARAH PANJANG

0
106

CILEGON – Tanggal 27 April setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Kota Cilegon. Cilegon memang memperoleh status Kotamadya pada 27 April 1999.  Tahun ini, Kota Cilegon akan merayakan HUTnya yang ke-18.  Terkait HUT Kota Cilegon kali ini, pihak Pemkot Cilegon menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan bernuansa budaya di Cilegon, diantaranya penyelenggaraan acara Cilegon Ethnic Carnival dan Festival Golok Day yang akan dilaksanakan pada tanggal 29-30 April 2017.

Tak salah bila Cilegon menyelenggarakan kegiatan bernuansa kebudayaan karena sesungguhnya kota ini memiliki akar kesejarahan yang cukup panjang.  Dikutip dari Wikipedia, Kota Cilegon dalam pembentukannya mengalami beberapa masa, yang dimulai dari masa Sultan Ageng Tirtayasa (tahun 1651 – 1672). Pada tahun 1651 Cilegon merupakan kampung kecil dibawah kekuasaan Kerajaan Banten, pada masa itu Cilegon berupa tanah rawa yang belum banyak didiami orang. Namun sejak masa keemasan Kerajaan Banten dilakukan pembukaan daerah di Serang dan Cilegon yang dijadikan daerah persawahan dan jalur perlintasan antara Pulau Jawa dan Sumatera. Sejak saat itu banyak pendatang yang menetap di Cilegon sehingga masyarakat Cilegon sudah menjadi heterogen disertai perkembangan yang sangat pesat.

Pada masa penjajahan Belanda, Cilegon sempat membara dan mengadakan perlawanan kepada Belanda untuk membebaskan diri dari penindasan penjajahan Belanda. Puncak perlawanan rakyat Cilegon kepada Kolonial Belanda yang dipimpin oleh KH. Wasyid yang dikenal dengan pemberontakan Geger Cilegon 1888 tepatnya pada tanggal 9 Juli 1888, mengilhami rakyat Cilegon yang ingin membebaskan diri dari penindasan penjajah dan melepaskan diri dari kelaparan akibat tanam paksa pada masa itu

Produk budaya masyarakat cilegon antara lain tarian Bendrong Lesung, Patingtung Bambu, Pencak Silat Khas Cilegon, Rampak Bedug dan Ubrug. Produk Budaya lain berupa benda adalah Batik Lereng Lesung Mandiri, Golok, dan alat musik patingtung, apalagi dengan adanya Sanggar Batik Krakatoa Cilegon yang mengedepankan batik lokal dengan motif yang tidak lepas dengan budaya Cilegon. (BP-4, sumber : Dispar Banten, Wikipedia, Foto : Pelabuhan Merak 1932)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here