Delegasi World Bank Kunjungi Pandeglang

Pandeglang, Badakpos.com – Kabupaten Pandeglang menjadi salah satu lokasi tujuan kunjungan World Bank (Bank Dunia) terkait Program Keluarga Harapan (PKH), kunjungan tersebut untuk mereview pelaksanaan dukungan teknis dalam kerangka kerjasama program for result (PFoR) sebagai upaya meningkatkan efektivitas bantuan teknis yang diberikan PKH.

Rombongan Word Bank, diterima Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang Tati Suwagiharti, didampingi SDM PKH Koordinator Kabupaten dan Pekerja Sosial Supervisor di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang, Selasa (19/2/2019).

Direncanakan Selama tiga hari (19-21 Februari 2019), Delegasi World Bank mengunjungi beberapa Kecamatan di Kabupaten Pandeglang, di antaranya Kecamatan Labuan, Carita, Sumur dan Pagelaran.

Ketua Tim delegasi Emmy Widayanti, sebagai Koordinator National Board PKH mengatakan rombongan tim akan mengunjungi posyandu, puskesmas, sekolah dan meninjau pelaksanaan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (P2K2).

“Tujuan kami untuk mengumpulkan informasi mengenai prestasi PKH Kabupaten Pandeglang dalam hal verifikasi, pencairan, komplementaritas program, FDS dan tanggap bencana” katanya di ruang Kepala Dinas Sosial Kab Pandeglang.

Di hari pertama kunjungan (19/2), delegasi World Bank meninjau langsung kegiatan posyandu di Desa Teluk Kec. Labuan, silaturahmi dengan Kepala Sekolah SMPN 1 Labuan dan mengamati proses FDS di Desa Sukamaju Kecamatan Labuan.

Tim World Bank, SDM PKH dan Petugas Posyandu Berpose Usai Kunjungan

Sementara itu Tim Leader World Bank, Mr. Changqing Sun menjelaskan kegiatan ini untuk mendukung pelaksanaan program PKH karena Kabupaten Pandeglang salah satu lokasi yang terdampak bencana Tsunami.

“Kunjungan ini sangat berkesan dan Tim sangat penuh motivasi karena ingin mengetahui kebutuhan Apa yang di perlukan” katanya.

Selain berinteraksi langsung dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM), beberapa rombongan menyempatkan berdiskusi langsung dengan pendamping PKH. Tuti Hayati salahsatu pendamping PKH Kec Labuan mengatakan dirinya sangat senang berdiskusi dengan pihak World Bank.

” Tadi saya menjelaskan bagaimana cara mengatasi ibu yang “bandel” ke posyandu, bagaimana mengatur keuangan PKH untuk pemenuhan gizi, dan banyak lagi” katanya. (BP1)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *