Dinas Pertanian Pandeglang, Beri Saran Di Musim Kemarau Panjang

0
0

Pandeglang, badakpos.com – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pandeglang menyarankan kepada para petani padi sawah, agar mengalihkan tanaman padinya pada komoditi lain yang tidak membutuhkan banyak air.

Diprediksi oleh BMKG, bahwa musim kemarau tahun ini akan lebih panjang dari tahun sebelumnya hingga bulan Oktober mendatang. “Kami akui dari data BMKG musim kemarau saat ini cukup berbeda bahkan lebih dulu dan lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya dan lebih panjang,” ungkap Kepala Distan Pandeglang, Budi Januardi, Senin (22/7).

Menurut Kepala Dinas Pertanian, Budi Januardi mengatakan kondisi itu akan membuat lahan pertanian mengering karena terbatasnya sumber air. Oleh karena itu, saya menyarankan agar para petani harus bisa mencari alternatif tanaman lain supaya tidak mempengaruhi hasil pendapatan mereka. “Pola tanam tanaman yang sangat padi sawah tergantung pada kebutuhan air, tentu di musim kemarau tidak cocok. Maka ada tanaman holtikultura seperti bawang dan terong yang bisa menjadi alternatif tanaman pengganti saat musim kemarau, jadi kami sarankan bagi petani untuk mengalihkan tanaman pada komoditi yang kebutuhan airnya sedikit,” saran Budi.

Masih dikatakan Budi, ia pun mendorong petani untuk ikut serta dalam program asuransi usaha tani padi. Karena dengan mengasuransikan lahan pertanian mereka, maka pemerintah akan memberi kompensasi sebesar Rp6 juta per hektar ketika tanaman mereka gagal panen. “Itu dari pemerintah disubsidi sebesar Rp144.000 per hektar per masa tanam dan petani hanya bayar Rp36.000 saja per hektar per masa tanam. Kalau terjadi kekeringan atau gagal panen dibayarkan Rp6 juta per hektar,” bebernya panjang.

Budi pun menjelaskan, untuk membantu petani agar air terus mengalir ke sawah saat musim kemarau, pihak Distan menyediakan 128 unit pompa air yang bisa dipinjamkan untuk membantu para petani. Adapun sampai saat ini, pihaknya mencatat ada 8.044 hektar sawah yang mulai mengalami kekeringan. “Upaya kami memiliki brigade alsintan dan itu ada pompa air sebanyak 128 unit dan sudah kami turunkan lapangan. Jadi beberapa petani yang membutuhkan dan ada sumber airnya, sudah menggunakan itu,” tutupnya. (BP-10)

Komentar dibawah ini