Dinsos Pandeglang Apresiasi Strategi Graduasi Mandiri PKH Kulonprogo

0
1

Pandeglang, Badakpos.com – Dinas sosial kabupaten Pandeglang mengapresiasi proses graduasi mandiri keluarga penerima manfaat (KPM) Program keluarga harapan (PKH) yang dilakukan PPKH kabupaten Kulonprogo Provinsi Daerah Isitimewa Yogyakarta (DIY), yang mencapai angka satu setengah persen atau sekitar empat ratus tujuh puluh KPM.

Hal tersebut disampaikan sekretaris dinas sosial kabupaten Pandeglang Yeni Herlina pada agenda pendampingan verifikasi dan validasi (Verval) data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) untuk PKH di kulonprogo DIY, dalam releasenya yang disampaika kepada badakpos.com, Jumat (22/11).

Yeni mengungkapkan, dirinya dan tim Dinsos serta PPKH Pandeglang sangat tertarik untuk menerapkan hasil pendampingan Verval DTKS tersebut, pasalnya pihak Dinsos – P3A Kulonprogo telah menggrduasi mandiri KPM 470, atau sekitar lima kali lebih besar dari pada kabupaten Pandeglang.

“Salah satu yang menginspirasi adalah mereka (PPKH kulonlrogo-red) bekerjasama dengan para ustad petugas penyuluh agama untuk memberikan penyadaran dan motovasi agar KPM – KPM tersebut mau mundur secara sukrela,” ungkap Yeni.

Yeni juga menambahkan, “kami juga sangat apresiasi dengan tagline “bela beli Kulonprogo” yang menjadi spirit pemersatu antar lembaga dinas intansi untuk bersama bersinergi mengentaskan kemiskinan,”ujarnya.

Senada dengan Yeni, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Pandeglang Yudi Hermawan, menuturkan, dirinya juga terinspirasi dengan strategi Pemerintahan Kulonprogo, khususnya dalam menangani permasalahan kemiskinan, melalui sistem zakat tidak selalu berharap dari anggaran daerah.

“Perlu kami tiru semangat pimpinan daerah Kulonprogo yang mensinergiskan seluruh program di OPD nya dengan lembaga CSR dan Badan Amil Zakat daerah, untuk ikut mengintervensi penanganan kemiskinan,” jelas Yudi.

Eka Pranyata Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Kabupaten Kulonprogo menyampaikan rasa terimaksih kepada Dinsos Kabupaten Pandeglang, atas pendampingan Verval dan DTKS nya ke Kulonprogo.

Eka menerangkan, Dinsos – P3A dengan semua jajaran intansi lainya (di Kulonprogo), merasa semua yang telah dicapainya adalah berkat motivasi pimpinan daerahnya, yakni seorang bupati yang juga sebagai seorang dokter akhil kebidanan.

“Kami (Dinsos-P3A) diajarkan untuk selalu mencari celah dalam mensinergiskan setiap Program pemetintah terutama untuk penanggulangan kemiskinan”, jelas Eka.

Eka menambahkan, pihaknya mengakui jika melihat data dan sebaran penduduk dengan luas wilyah Pandeglang, hal tersebut teramasuk dalam ketegori skala berat.

“Jika dibandingkan (Pandeglang) ini skala berat, kami (Dinsos P3A Kulonprogo-red) diuntungan dengan cakupan wilayah yang kecil dan jumlah penduduk masih sedikit, sehingga dapat memaksimalkan potensi dan sumberdaya”, Jelasnya. (BP1).

Komentar dibawah ini