Ditengah Pandemi Corona, Ramadhan Momen Tepat Reformasi Diri

0
3

 

Oleh : Drs. Hidayat Rahman, M.Si

Penulis adalah : Peneliti Sosial dan Humaniora Pandeglang, Dirut Irsyadul Ibad Foundation Pandeglang.

Pada saat situasi kehidupan sosial, politik berbangsa dan bernegara mengalami goncangan berbagai problematika hebat karena persoalan politik. Pada saat dimana eksisitensi moral generasi bangsa mulai bergeser, mewabahnya fitnah ( hoax ). Pada saat dimana situasi kehidupan sosial dirundung sakit. Pada saat dimana penegak hukum mengabaikan sendi-sendi keadilan. Pada saat krisis identitas kebangsaan mulai menipis. Pada saaat stuasi mencekam dengan ancaman Virus Corona dan berakibat tejadinya musibah Nasional yang belum diketahui sampai kapan. Tuhan yang Maha Kasih sayang hamba-Nya, Ia sediakan sebuah madrasah global bernama” Ramadahan “.Kedatangannya merupakan momen tepat sebagai wahana reformasi dan educasi robbani ( Tuhan ) melalui madrasah global sebagai sarana reformasi sosial politk dan reformasi diri. Reformasi sosial politk dimaksudkan dengan Ramadhan tahun ini kehidupan sosial politk bangsa Indonesia menjadi sehat dan stabil ( be healthy and stable ), sedang reformasi diri dengan momen Ramdhan diharapkan wujudnya kesadaran dan perbaikan diri menuju individu dan masyarakat yang kokoh dan memiliki integritas tinggi ( sturdy and high integrity) dalam menjunjung setiap kebenaran dan kesalehan sosil politik ( political piet ).

Bulan Suci Ramadhan segera datang menjumpai kembali, tinggal hitungan hari, nuansanya memang sangat berbeda dari tahun tahun sebelumnya, Kedatangan Ramadhan tahun ini pada saat situasi kejadian yang sangat luar biasa, ketentuan lockdowan yang diberlakukan pemerintah membuat semua orang terhenti dari semua aktifitas rutinnya dan menjadikan rumah sementara sebagai tempat berlindung yang aman untuk diri dan keluarga dari ancaman virus yang berbahaya. Hal itu tentu berefek terhadap gaung syiar penyambutan Ramadahan, naun lagi-lagi meski dalam situasi genting kondisi lockdown, tentu tidak mengurangi himmah kebahagiaan kaum muslimin dalam menyambut kedatangan Ramadhan, mereka tetap menyarakannya melalui lingukungan keluarga, ada juga yang melalui media sosial, stiker, sepanduk, pamplet, hingga himbauan dan motivasi kebahagiaan datangnya bulan Ramadhan. Selamat datang Ramadhan, I Love Ramadhan, Ahlan wasahlan, dan berbagai ungkapan bahagia lainnya menjadi semarak, karna semua yakin bahwa kebahagiaan tidaklah ditunjukan dengan hanya pertemuan fisik, akan tetapi persaudaraan dan persatuan mereka terikat dengan ikatan batin.
Keadaan darurat memaksa untuk tetap tinggal diam dan menjadikan rumah sebagai sentral seluruh aktifitas kehidupan, kedatangan bulan mulia Ramadhan tahun ini dapat dijadikan sebagai kurkulum penddikan keluarga indonesia ( place for Indonesian famly education ) ,mengembalikan kedudukan rumah sebagai homebest rumah adalah segalanya untuk mewujudkan cita-cita mulia kehidupan selanjutnya.

Mesti secara fisik dirumah, tetapi seceara fisikis kebahagiaan dan penyambutan Ramadhan tahun ini menjadi lebih special lagikedatangan Ramadhan menjadi kerinduan yang lebih teraplikasikan dalam kesabaran dan ketaatan. Dari madrasah Tuhan ini diharapkan lahir manusia baru yang berbeda ( good new generations ) yang memiliki karakter khusus sehingga ia lebih siap lagi dalam menghadapi kehidupan zaman yang berbeda.
Kondisi sosial, budaya dan politik hampir mengarah pada desintegrasi bangsa telah sangat mengkhawatirkan dan merupakan salah satu ancaman bagi bangsa dan negara kedepan. Para penegak hukum yang sejatinya memegang prinsip-prinsip keadilan sebagaimana yang diwariskan pendahulunya, nyaris terlindas zaman dan bertindak berbalik arah, sementara kejahatan sosial dengan melalui berbagai media semakin menjadi-jadi berjalan dalam sebuah sistem, demikian ragam fitnah menjadi lembaran kehidupan sosial dan hampir menjadi negeri dengan penomena fitnah terbesar yang menghiasi tinta media yang seharusnya tidak perlu terjadi jika seluruh anak bangsa ini bermoral dengan moral pancasila, ada unsur perang idiologis antara satu dan lainnya yang mengancam eksistensi bangsa hanya karena politik kepentingan dan bukan cita-cita mulia bagi bangsa dan masa depannya, dapat berakibat krisis kepemimpinan bangsa dimasa yang akan datang. Hal lain yang membahayakan adalah munculnya berbagai idiologi silen dimana gelombang ini cukup di khawatriran para penggagas bangsa ini, buruknya kondisi sosial yang dimulai dengan krisis moral para pemimpin dan rakyatnya sampai krisis identitas dan puncaknya merajalela berbagai kejahatan terstruktur, semuanya merupakan pragmen anak bangsa yang kini mengalami penyakit semacam national phobia. Penomena ini akan terus berlanjut dan berkembang entah seperti apa negeri ini kedepan. Berbagai kekhawatiran-pun menghantui sebagian besar anak bangsa ini, setidaknya mereka bertanya, hendak dibawa kemana negeri ini?. Seperti tak menentu. Apakah karena itu semua wabah ini menjelma, apakah karena itu pula wabah ini datang karena irama kehidupan tak lagi senada dengan irama Tuhan.

Sesungguhnya, banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi krisis multidimensi yang menimpa generasi dan bangsa ini, diantara solusi pertama dan utama adalah perbaiki nakhoda untuk keselamatan perjalanan bangsa ini, luruskan kembali tujuan perjalanan dan perjuangan bangsa yang belakangan dinilai berbagai kalangan mulai berbelot ( national defect ), wujudkan integritas dan moralitas berbangsa sebagaimana yang dicita-citakan pendahulu bangsa ini, jangan sekali-kali melakukan penetrasi idiologi baru kedalam idiologi yang bertentangan dengan idiologi negara yang telah menjadi falsafah yang menyatu dengan jiwa dan patriotisme bangsa dan jangan pernah menyentuh persoalan rasis apalagi menyulut tumbuhnya ego rasial dimasyarakat yang berakibat fatal dan mengancam keutuhan hidup berbangsa dan bernegara, tumbuhkan rasa nyaman pada rakyat, hilangkan gaya kepemimpinan yang menghkawatirkan dan menakutkan rakyat sebagaimana gaya kepemimpinan fir’aun. Saatnya rakyat menikmati kemerdekaan yang hakiki, jangan kemudian terjajah kembali idiologi dan kebangsaan dengan penjajahan yang baru. Indonesia saat ini membutuhkan kepemimpinan yang memahami keindonesiaan, memahami sendi-sendi keadilan dan demokrasi ala Indonesia, memahami karakter budaya yang sejalan dengan karakter budaya dengan kearifan lokal keindonesiaan.

Kedatangan Ramadhan tahun ini, terlebih dalam situasi dan kondisi duka nasional diharapkan menjadi solusi atas krisis multidimensi yang menimpa bangsa ini, setidaknya saling menahan diri dan atau berhenti sama sekali melakukan manouver keburukan, kejahatan sosial dan sejuta keborokan lainnya yang dipertontonkan yang mengarah rusaknya sendi-sendi kehidupan sosial berbangsa dan bernegara yang telah dibangun dengan susah payah generasi sebelumnya. Dari Ramadhan setiap individu akan membentuk jiwa yang produktif positif, generasi baru berkualitas, jiwa baru dan semangat baru serta nilai kepribadian yang terukur, hingga ia dapat bekerja positif kedepan membangun negeri dengan integritas moral yang benar dan teruji pula.

Tugas Pemerintah Penyambutan Ramadhan
Ada hal yang sangat penting yang harus dilakukan pemerintah dengan kedatangan bulan suci Ramadhan, Hukum ini memang bukan hukum negara, namun pemerintah juga memiliki kewajiban yang tak kalah pentingnya, salah satunya adalah perlindungan kepada masyarakat yang menjalankan ibadah Ramadhan agar mendapatkan keamanan dan kenyamanan dalam menjalankan ibadahnya selama pra-Ramadhan pada saat Ramadhan berlangsung dan pasca Ramadhan sesuai dengan situasi dan kondisinya, bahkan turut menganjurkan rakyat untuk bersama-sama menyambut dan memeriahkan kedatangan bulan suci Ramadhan, aktivitas yang dilakukan hampir sama dengan aktivitas setiap individu dan kemasyarakatan, misalanya menyiapkan penyambutan dengan membuat berbagai sepanduk, pamplet, himbauan kepada seluruh rakyat tentang datangnya kewajiban berpuasa dan kewajiban siapapun warga negara dapat menghormati bulan Ramadhan, menganjurkan melakukan kebersihan lingkungan rumah, sampai dibuatkannya sebuah regulasi khusus yang merupakan kewenangannya untuk keberlangsungan dan kekhusyuan ibadah Ramadhan, dengan melarang makan dan minum dimuka umum pada siang hari. Dengan demikian maka, pemerintah telah melaksanakan tugas dan amanahnya dengan baik sebagai pemimpin untuk kemaslahatan hidup dan pelaksanaan syariat Ramadhan sesuai dengan ketetapan Tuhan diwilayahnya, dan dengan demikian maka pemerintahannya telah berkontribusi aktif terhadap penyambutan bulan suci Ramadhan. insya Allah jika hal ini dilakukan, maka pintu keberkahan bagi wilayah pemerintahan/ daerahnya akan dibukakan Tuhan. Maka cepat atau lambat terhindarnya dari wabah yang menghantui dunia dan bangsa ini akan segera teratasi.

Ramadhan Membangun Komitmen Moral
Kedatangan bulan Ramadhan merupakan momen strategis pula untuk memperkokoh nilai-nilai spiritualits dan menumbuhkan iklim agamis yang selama ini banyak terabaikan, juga sarana mewujudkan kesalehan sosial politik pada masyarakat, diharapkan pasca Ramadhan munculnya individu anak bangsa yang memiliki integritas moral yang tinggi memiliki visi kebangsaan yang saleh, masyarakat dan pemerintahan yang saleh, hingga negeri yang adil dan makmur sesuai dengan cita-cita umum kemanausiaa dapat terwujud.

Madrasah global ‘
Ramadahan ‘ diarahkan Tuhan sebagai wahana reformasi kehidupan, reformasi soasial dan reformasi jiwa. Madrasah ini momen strategis melakukan reformasi sosial dan perbaikan diri menuju masyarakat madani dan wujudnya pribadi tangguh yang kokoh dan memiliki integritas moral yang tinggi dalam berpegang teguh terhadap hukum dan sendi-sendi keadilan, serta komitmen tinggi dalam mengusung setiap kebenaran dan menetang terhadap upaya yang menghalanginya, dengan madrasah ini , Tuhan mendidik manusia agar memiliki sifat dan sikap yang sama, serta kepekaan sosial yang tinggi bahkan dipenghunjung Ramadhan diperintahkan menyalurkan sebagain penghasilannya untuk si papa dan orang-orang yang lemah, hal itu semakin memperjelas bahwa Ramadhan adalah service Tuhan atas kemanuasian agar manusia betul-betul menjadi manusia.

Ramadhan Memperkokoh Basis Sosial
Ramadhan selain untuk memperkokoh dan menguatkan nilai spiritualitas, juga sebagai sarana strategis untuk memperkokoh dan memperkuat basis-basis sosial . Tuhan menghendaki dari tujuan Ramadhan, bukan hanya sebagai sarana peningktan kualitas spiritual manusia, agar manusia menjadi manusia yang paripurna, lebih sekedar itu, Ramadhan dapat berfungsi sebagai media penetrasi kehidupan sosial dan kesenjangan financial yang menjadi ancaman serius saat ini. Training spiritualitas yang dilakukan selama Ramadhan, telah mendidik manusia memiliki jiwa sosial yang tinggi, dari sini kemudian diharapkan kehidupan dan nuansa Ramadhan dapat dirasakan seterusnya pasca Ramadhan, yaitu stabiltas yang baik dan terkendali ( controlled social stability ), sehingga tak ada lagi jurang pemisah antara simiskin dan si kaya yang berakibat kesenjangan sosial. Puncaknya kepedulian yang paling tinggi adalah diperintahkannya diakhir Ramadhan setiap muslim untuk melaksakan dan membayar zakat fitrah yang merupakan puncak ibadah yang berimplikasi sosial yang sangat luar biasa. Ini selain kewajiban setiap muslim, juga memiliki peran social ekonomi yang sangat tinggi, yaitu terpenuhinya hak-hak kemanusian dengan perintah membayar zakat fitrah, dengan terlaksananya hak kemanusiaan ini, maka tak ada lagi orang miskin yang menangis karena tidak makan dihari-hari bahagia, karena tidak berpakaian indah dihari yang indah. Terlebih pada situasi sekarang dimana bukan hanya ancaman virus, akan tetapi ancaman lainnya berupa krisis ekonomi. Dengan demikian Ramadhan memiliki multi peran bagi masyarakat.

Ramadhan Penyiapan Pelaku Pembangunan Moralis
Sebagaimana telah diungkapkan di atas, bahwa Ramadhan memiliki multi peran bagi kehidupan-pun bagi pelaku pembangunan, Ramadhan sebagai media strategis untuk membentuk karakter dan kejiwaan pelaku pembangunan yang baik, saat ini dinilai berbagai kalangan banyak terjadi penyimpangan dan penyalah gunaan tugas dan wewenang, hampir pasti dari Madrasah Global Ramadhan sangat diharapkan akan lahir genrasi baru yang cinta kebaikan dan komitmen pada kebenaran, dari sini ia memulai hidup yang visioner untuk memasuki tantangan baru sesuai dengan tuntutan zaman. Proses penyiapan kepemimpinan yang diakukan mulai dari diriya degan membentuk kepribadian yang shalih akan berdampak pada kepemimpinan yang saleh pula. Kerusakan yang terjadi selama ini, dan yang menimpa bangsa ini, salah satu penyebabnya adalah para pelaku pembangunan bertindak dan bekerja tanpa landasan moral dan tidak memenuhi standar hidup yang sesuai dengan tuntutan kemanusiaan, akibatnya berbagai kecelakaan sosial. Moral bahkan kecelakaan politik bermunculan dan berakhir dengan stuasi buruk bagi bangsa dan negara, tentu hal itu sangat mengkawatirkan dan presiden buruk bagi keberlangsungan kepemimpinan indonesia dimasa yang akan datang. Ramadhan merupakan pendidikan dan teguran Tuhan atas manusia agar manusia tidak terlalu jauh menyimpang dari jalan yang dikehendakiNya, Karenanya, jika momentum Ramadhan tahun ini dapat dioptimalkan secara maksimal, maka besar kemungkinan akan menjadi sebuah model madrasah global spiritual yang akan berdampak besar pengaruhnya pada kehidupan social. Krisis multidimensi yang menimpa bangsa ini dan krisi nasional lainnya termasuk krisi sebagai akibat munculnya virus corona akan tuntas bila seluruh komponen anak bangsa berpartisipasi aktif memenuhi panggilan Tuhan untuk menjadi pelaku kebaikan dengan tugas, peran dan funsinya sesuaia amanah yang diembankannya.

Tuhan selamatkan kami dan bangsa kami Dengan Ramadhan
Angkatlah musibah yang menmpa bangsa kami dengan Ramadhan
Wujudkan nenegeri kami yang adil dan makmur dengan Ramadhan.

 

Komentar dibawah ini