Ditengah Pandemi Covid-19, Batik Kendago Tetap Produksi 

Pandeglang, Badakpos.com – Batik kendang dan go’ong atau kendago, salah satu batik produksi kabupaten Pandeglang atau lebih tepatnya dari desa Sukacai kecamatan Jiput yang akan ikut meramaikan persaingan pasar pakaian di wilayah provinsi Banten.

Tetapi dengan adanya krisis kesehatan atau pandemi covid-19(corona), ini salah satu yang menjadi kendala perkembangan produksi batik kendago itu, berdasarkan informasi yang didapat Badakpos.com pada senin (13/4).

Sementara, pengusaha batik kendago bernama Ani saat ditemui mengatakan, bahwa saat ini pengerjaan kain batik masih ada berapa kendala, diantaranya terkait virus corona yang sedang mewabah juga permodalan yang sedikit juga bahan baku yang agak susah diperoleh.

Ani menyampaikan, Untuk pengerjaan pembuatan batik dikerjakan sendiri, dari mulai merebus kain, mencelup warna, mencetak dan menulis hingga mencuci dan menjemur, pas menjahit anggota yang mengerjakan, ini salah satu upaya untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Bahan baku pembuat batik masih pesan via on line dari jawa tengah, baik itu kain juga pewarna, pasalnya harga harga kain bahan yang ada di pasar Labuan cukup tinggi, sehingga tidak terkejar dibanding harga pemasaran,” terang Ani.

Masih kata Ani, “sekarang ini lagi mengerjakan pesanan seragam PKK dan kader juga perangkat desa Sukacai, pakaian batik itu rencana akan dipakai saat karnaval 17 agustus tahun ini, itu sekaligus ajang promosi juga,” ungkapnya.

Dilanjutkan Ani, “alhamdulillah ada informasi dari teman bahwa di kota Cilegon ada yang menjual bahan baku batik lebih murah juga kualitas bagus, rencana minggu depan akan belanja kesana,” pungkasnya.

Ditemui terpisah, kades Sukacai Samian menuturkan, bahwa batik kendago walau masih baru berdiri akan tetapi kualitasnya tidak kalah dengan produk batik lain, terbukti dengan beberapa kali di cuci, kain batik kendago tidak luntur atau pudar warnanya.

Dilanjutkan Kades Sukacai, untuk saat ini batik kendago mempunyai beberapa cap, mulai dari kendang dan go’ong terus badak juga cap daun serta buah melinjo, semua itu mewakili apa yang dimiliki kabupaten Pandeglang, dari mulai kearifan lokal, satwa langka hingga hasil pertanian juga produk lokal. (BP11).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *