Ditengah Pandemi Covid-19, Warga Patia & Pegaleran Keluhkan Kelangkaan Gas LPG 3 Kg

0
2

PANDEGLANG, Badakpos.com – Di tengah mewabahnya Pandemi Covid 19 yang saat ini mencemaskan masyarakat, harga tabung gas elpiji 3 kg bersubsidi mulai mahal dan langka, diantaranya di tiga wilayah kecamatan Pandeglang, yakni Patia, Sukaresmi dan Pagelaran.

Tak sejalan dengan kebijakan Presiden RI yang beberapa waktu lalu mengeluarkan kebijakan berupa pemberian layanan listrik gratis untuk masyarakat miskin. Serta toleransi lembaga finansial agar memaklumi para nasabahnya.

Namun sayangnya di tengah kesulitan masyarakat akibat Pandemi Covid 19, kini muncul segelintir oknum penguasaha yang tidak bertanggungjawab mulai menaikan harga tabung LPG bersubsidi ukuran 3 Kg.

Kelangkaan Gas Epiji 3 Kg tersebut di posting oleh warga sekitar Patia dan Pagelaran melalui akun Facebook dan mendapat banyak respon, diantaranya akun Ismatullah warga Patia memposting pad 9 April 2020 dan Ipit Supriyatna warga Pagelaran memposting pada Jum’at, 10 April 2020.

“Kelangkaan tabunggas di wilayah patia sukaresmi membuat dapur hampir tak berasap” ungkap Ismatullah dalam postingan akun Facebooknya.

Selain langka, harga tabung gas LPG bersubsidi 3 Kg saat ini diwilayah tersebut sudah mencapai Rp.30.000 per tabung.

“Disperindagpas Pandeglang tolong turun check ke Daerah/ Kec Kec. Tabung gas 3 Kg sulit didapat untuk di beberapa desa di Kec. Pagelaran,  kalaupun ada harhanya Rp.30.000  yang biasa harganya 25 ribu atau 26 ribu…” ungkap Ipit di status Facebooknya.

Selain berharap terhadap Pemerintah Daerah Ipit Supriatna menyampaikan melalui pesan WhatsApp nya bahwa pihak nya telah mendapatkan aduan dari kecamatan lain yakni kecamatan Patia dimana harga nya mencapai 30 ribu rupiah.

“Di kecamatan Pagelaran dan Patia Harga Tabung Gas LPG 3 Kg harganya 30 ribu rupiah. Saya kira dinas terkait harus turun untuk cek harga di lapangan,karena harga eceran nya sampai 30 ribu rupiah per tabung,di saat masyarakat dalam keadaan sulit efek covid 19,” imbuh Ipit.

Sementara itu secara terpisah Tb. Aujani selaku Aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menuntut kepada Dinas dan Instansi Pemerintahan terkait, agar segera menindak tegas Oknum-oknum Pengusaha yang melakukan penimbunan dan penjualan tabung LPG bersubsidi melebihi HET (Harga Eceran Tertinggi). Karena hal itu merupakan pelanggaran hukum dan sangat merugikan masyarakat. Terlebih lagi masyarakat miskin di tengah mewabahnya Virus Covid 19 ini.

“Saya menuntut kepada Dinas dan Instansi Pemerintahan terkait, agar segera menindak tegas Oknum-oknum Pengusaha yang melakukan penimbunan dan penjualan tabung LPG bersubsidi melebihi HET. Karena hal itu telah melanggar hukum dan sangat merugikan masyarakat. Terlebih lagi masyarakat miskin di tengah mewabahnya Virus Covid 19 ini.” tegasnya.(BP1).

Komentar dibawah ini