“Durian Abah”, Brand Baru Durian Lokal Pandeglang.

Pandeglang, Badakpos.com – Berikan Kepuasan Pembeli, “Durian Abah” Tawarkan Buah Durian Lokal Yang Mantap, “Durian Abah” merupakan salahsatu brand durian lokal yang memiliki citra rasa yang boleh diadu dengan daerah lainnya atau durian impor seperti Montong.

Kabupaten Pandeglang merupakan satu diantara Kabupaten-kota yang memiliki sumber daya genetik buah lokal yang melimpah salahsatunya adalah durian.

“Durian yang kita dapatkan di lapak Durian Abah ini adalah durian lokal asli Pandeglang didapati dari perkebunanan yang ada di Gunung Karang. Jenis durian lokal yang tidak kalah bangus kualitasnya dari durian yang ada didaerah laimya atau impor” kata Abah Sukaemi sapaan akrab pembeli (55), pedagang durian lokal saat di temui dilapaknya. Selasa, (14/01).

Sukaemi menjelaskan jenis durian lokal dari Pandeglang memang berbeda dengan durian dari daerah lain. Yang membedakan adalah rasanya, memiliki perpaduan rasa manis, legit dan tebal pada bagian dagingnya.

“Yang membedakan itu rasanya yang sangat manis, legit dan memiliki biji yang kecil sehingga dagingnya lebih tebal dibandingkan dengan durian lain,”jelasnya.

Lebih lanjut Sukaemi menyampaikan, untuk menikmati durian lokal ini, para pembeli cukup merogoh kocek mulai dari Rp. 30.000 sampai dengan Rp. 70.000 per buahnya, tergantung ukuran.

“Harga sangat bersahabat, mulai Rp.30.000 sampai Rp. 70.000 per buah, tergantung ukurannya,”ungkapnya.

Selain itu pula di lapak Durian Abah ini berbeda dengan lapak yang lainya, si pembeli bebas memilih tingkat kemanisan sesuai seleranya.

“Kalau disini pembeli bebas memilih tingkat kemanisanya, manis atau engganya di coba dulu kalau ga manis kita ganti lagi dengan yang lain” tambahnya.

Untuk mendapatkan durian lokal Pandeglang ini pembeli cukup datang ke lapaknya yang berlokasi di depan Rumah Sakit Permata Ibunda, Kecamatan Maja, Kabupaten Pandeglang.

“Duriannya biasa di jual dilapak yang lokasinya tepat di depan Rumah Sakit Permata Ibunda, Sebelum Stadion Kuranten,”tandas Sukaemi. (BP1).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *