Enam Menteri Kabinet Kerja Berduyun Duyun Sambangi Pandeglang?

Pandeglang, Badakpos.com – Pasca terjadinya bencana alam Tsunami di Kabupaten Pandeglang, banyak sekali pejabat dari pusat turun berikan bantuan. Tidak hanya orang nomor satu di Indonesia Ir Joko Widodo, bahkan para Menteri kabinet kerjapun turun bergiliran sambangi kota santri.

Kurang lebih sudah enam menteri yang datang ke Pandeglang bergantian dari mulai Menteri Kesehatan Nilam Muluk, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan terakhir pada hari ini Menteri Kordinator (Menko) Maritim Luhut Binsar Panjaitan, dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Seluruh Menteri yang hadir tentu tidak hanya memberikan bantuan, namun dorongan moral bagi para korban bencana. Seperti dikatakan Mendagri Tjahjo Kumolo, dirinya datang ke Pandeglang untuk memastikan penanganan bencana tsunami yang melanda dapat berjalan lancar. Kata Tjahjo Kumolo saat berikan bantuan di Pendopo Pandeglang, Jum’at (28/12).

Ia juga berharap penanganan bencana tsunami yang melanda Banten dan Lampung dilakukan dengan cepat dan tepat. Hal ini, kata dia, sesuai intruksi dari Presiden Republik Indonesia, “Oleh karena itu semua elemen harus bergerak terjun langsung ke lapangan agar bencana ini segera teratasi, ”tuturnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, dalam penanganan bencana yang paling penting adalah kebutuhan pengungsi tercukupi, jangan sampai warga pengungsi merasa kekurangan,” Baik itu urusan kesehatan, logistik, dan lain sebagainya harus tercukupi, karena dalam hal ini Pemerintah serius terkait penanganan bencana, ini adalah musibah kita semua harus bekerja bersama,”terangnya.

Terkait penangan bencana juga menjadi sorotan bagi Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, kata dia, saat ini penanganan bencana Tsunami Selat Sunda di Pandeglang sudah cukup baik. Hal ini dilihat dari semua lapisan terpadu melaksanakan tugas dan fungsinya masing – masing, “Saya menilai cukup bagus dalam penanganannya, ini pembelajaran bagi kita untuk lebih berantisipasi. Oleh karena itu kami akan memasang Early Warning Sistem (EWS) pengukur gelombang laut di tiga pulau dekat gunung krakatau,” kata Luhut saat diwawancarai awak media di posko utama labuan.

Dirinya menghimbau, agar masyarakat jangan menghembuskan issue hoax akan adanya gelombang tinggi karena akan membuat suasana tidak kondusif, “Tetap tenang pemerintah hadir disini, sekarang udah ada BMKG disini yang terus memantau perkembangan gunung anak krakatau dan semua lapisan juga hadir Basarnas, BNPB, TNI, Polri dan pemerintah daerah,” terangnya.

Ditanya terkait kejadian tahun 1883 terulang kembali, Menko Maritim mengungkapkan butuh ribuan tahun lebih untuk terjadi kembali seperti itu, “Memang apapun bisa terjadi, tapi dari jarak tahun 1883 hingga saat ini baru berapa ratus tahun, tapi tetap kita waspada,” ujarnya. (Bp3)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *