Fornusa Pimpin Gerakan Menutup Aurat di Pandeglang

0
72

Pandeglang, BadakPos.com-

Aliansi aktivis dakwah kabupaten Pandeglang yang terdiri dari beberapa organisasi komunitas di antaranya FORNUSA Pandeglang, LDK Robbani, LDK Baabul Falahiyyah, LDK Al-Manshuriyyah dan FOKUS Pandeglang kembali menggelar gerakan menutup aurat (GEMAR). Minggu (14/2/2021) sekitar pukul 07.00 hingga 09.30 WIB bertempat di Alun-alun Kabupaten Pandeglang.
Kegiatan berlangsung dengan memperhatikan protokol kesehatan mengingat kondisi pandemi yang belum usai. Jonny  Permana, selaku korlap aksi menyampaikan bahwa peserta kegiatan dibatasi sebanyak 20 orang. Hal ini dilakukan agar menghindari kerumunan masa yang dikhawatirkan terjadi penyebaran COVID-19.

“Biasanya aksi Gemar ini diikuti ratusan peserta khususnya dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Namun karena pandemi kami batasi agar mudah juga dalam mengontrol orang-orang yang terlibat. Jadi tahun ini kami tidak mengundang masa secara umum untuk turun ke jalan” tambahnya.

Diketahui bahwa gerakan menutup aurat (GEMAR) merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan setiap bulan Februari. Kegiatan ini dimaksudkan untuk syiar mengajak muslimah berbusana syar’i. Selain itu, kegiatan ini juga diwujudkan untuk mengalihkan perhatian kaula muda yang acapkali memaknai bulan Februari tepatnya tanggal 14 sebagai valentine’s day atau hari kasih sayang.

Dengan mengusung tema “lovely inside, glowing outside,” Gemar tahun ini menyerukan agar muslimah mampu memperbaiki diri dalam segi busana maupun akhlak atau hatinya. Rangkaian kegiatan diwarnai dengan orasi, pembacaan puisi, longmarch mengelilingi alun-alun dan tak kurang dari seratus hijab/aksesoris busana muslimah dibagikan secara gratis kepada pengunjung alun-alun. Masyarakat juga cukup antusias menyambut kegiatan ini sebagai pengingat agar bisa lebih taat dalam berbusana. Mereka juga senang bisa mendapatkan beberapa perlengkapan seperti jilbab, kaus kaki dan manset secara gratis untuk digunakan sehari-hari.

Wanda Nur Aulia, salah seorang pengunjung alun-alun yang ditemui usai berolahraga ikut menyuarakan ajakan menutup aurat. “Karena menutup aurat adalah kewajiban bagi setiap muslimah” imbuhnya. Terpampang pula pada poster yang dibawa peserta sebuah tulisan yang kurang lebih berbunyi, “tutup aurat sebelum menutup aurat itu dilarang.” Poster ini menyampaikan pesan agar kita memaknai perjuangan muslimah terdahulu dalam memperjuangkan hak-hak kebebasan berbusana sesuai dengan keyakinannya. (BP2).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here