Gejala Varian Delta Mirip Flu Biasa, Jangan Anggap Enteng

0
14
Jakarta, BadakPos.com – Virus Corona terus bermutasi dan menciptakan varian-varian baru yang patut diwaspadai yaitu varian Alpha (B117), Beta (B 1351), dan Delta (B1617.2).
Varian Alpha pertama kali ditemukan di Inggris dan mulai ditemukan di Indonesia. Pada saat itu, varian Alpha menjadi momok yang menakutkan karena tingkat penyebarannya yang tinggi. Namun, kini muncul varian lebih berbahaya yaitu varian Delta yang berasal dari India.Virus Corona varian Delta digadang-gadang sebagai alasan terus meningkatnya angka positif COVID-19 di Indonesia. Sejumlah penelitian juga menyebut bahwa varian Delta punya tingkat penyebaran dan keparahan yang lebih tinggi dari varian lainnya

“Varian Delta tingkat transmisinya paling cepat lebih dari Alpha. Penelitian di inggris menemukan kalau proses transmisinya 60 persen lebih cepat ketimbang varian Alpha. Gejalanya juga lebih berat dan 2,5 kali lebih banyak menyerang usia muda,” ujar DR Riyadi dalam siaran langsung di Instagram @radiokesehatan, Selasa, (13/7/2021).

Dia juga menyebut bahwa varian Delta lebih banyak ditemukan pada masyarakat usia muda. Kondisi ini bisa diperparah jika pasien punya komorbid salah satunya obesitas.

“Anak-anak jarang parah kecuali ada komorbid. Tapi varian Delta ini bisa menimbulkan gejala berat pada usia muda. Paling muda yang saya temui dan meninggal umur 17 tahun itu pun karena ada komorbid obesitas,” Ujar DR Riyadi.

Identifikasi varian virus Corona tidak bisa dilakukan hanya dengan tes swab atau PCR biasa.

Namun, dia  juga menjelaskan jika seseorang terkena varian Delta maka gejala-gejala yang paling umum dialami adalah sakit kepala, pusing, sakit tenggorokan, dan flu berat.

Di kondisi yang genting seperti sekarang, DR Riyadi menyarankan agar masyarakat menjaga gaya hidup sehat, menaati protokol kesehatan dengan disiplin dan segera melakukan vaksinasi.

“Terapkan protokol kesehatan dengan disiplin dan segera vaksin. Penelitian di Inggris dan Skotlandia menemukan kalau vaksin Pfizer dan AstraZeneca efektif terhadap varian delta. Dua dosis vaksin bisa menekan angka tidak dirawat menyentuh 90 persen,” Ujar Dr Riyadi. (BP2).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here