Gelar Wisuda Perdana, Pondok Tahfidzul Qur’an Irsyadul ‘Ibad Cetak Santri Kuliah ke Yaman & Mesir

0
22

Pandeglang, Badakpos.com – Dari 8 orang santri Pondok Tahfidzul Qur’an Irsyadul ‘Ibad yang di Wisuda karena telah menyelesaikan hafalannya hingga 30 Juz, Yayasan Irsyadul ‘Ibad Pandeglang berhasil cetak tiga orang hafidz mendapat beasiswa untuk melanjutkan studinya ke Yaman dan Mesir. Hal tersebut terungkap pada Acara wisuda Qur-an pertama yang diselenggarakan oleh yayasan Irsyadul ‘Ibad Pandeglang, Minggu (26/9).

Acara berlangsung khidmat, dengan diawali penampilan para Hafidz cilik, dari tahfidz balita dan anak klub (Tabaki) Irsyadul ‘Ibad.

Ketua Yayasan Irsyadul ‘Ibad Hidayat Rahman, dalam sambutannya menyampaikan rasa haru dan bangganya terhadap santri yang telah menyelesaikan 30 juz hafalan Qur’an, yang menurutnya bukan hal yang mudah di era Zaman sekarang.

Ma’hadz (Pondok-red) Tahfidzul Qur’an Irsyadul ‘Ibad telah berdiri sejak tahun 2017, terang Hidayat, “Pondok Tahfidz Irsyadul ‘Ibad memberikan beasiswa penuh kepada santri penghafal Al-Qur’an”, ungkapnya.

Santri pondok pesantren ada juga yang berusia empat tahun, selain mendapat bimbingan menghafal Al-Qur’an, para santri juga diajarkan banyak hal mengenai kehidupan sehari-hari, salah satunya berwirausaha.

Foto bersama para wisudawan dengan pengurus yayasan usai penyematan sebagai Hafidz.

Pantauan badakpos.com dilokasi acara, prosesi wisuda berlangsung khidmat, dilakukan pemberian syahadah dan penyematan kepada santri oleh Ketua Yayasan dan Kepala Ma’had Tahfidzul Qur’an Irsyadul ‘Ibad, Diringi lantunan nasyid khas Tahfidzul Qur’an para siswa melakukan sungkeman kepda orang tua, saat itu juga suasana berbah menjadi penuh haru, terdengar Isak tangis bangga menyelimuti isi ruangan.

Salah satu wali santri Sunari mengungkapkan kebahagiaanya, serta berterimakasih kepada pihak yayasan Irsyadul ‘Ibad atas prestasi yang di raih puteranya.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Yayasan Irsyadul ‘Ibad khususnya Ma’had Tahfidz Al-Qur’an yang telah membina anak-anak kami, mendidik anak-anak kami sehingga bisa menyelesaikan setorannya 30 juz. Mudah-mudahan apa yang telah Ananda raih itu menjadi pemicu semangat bagi yang lain dan bagi kehidupan mereka kedepannya.” ungkapnya.

Sunari juga berpesan kepada para hadirin, terutama wisudawan agar tetap melibatkan diri dengan Al-Qur’an, “Semakin kita banyak terlibat dengan Al-Qur’an semakin mulialah derajat kita.” Katanya.

Dari seluruh wisudawan, 3 orang dari mereka mendapatkan beasiswa kuliah ke Negeri Yaman dan Mesir, diantaranya Ananda Ahmad Yusuf, Ananda Fadhilah Yusuf Ramadhan dan Ananda Rizwanuddin.

Salah satu dari mereka adalah ananda Fadhilah, yang menempuh hafalan Qur’an di Ma’had Tahfidz selama kurang lebih 2,5 tahun, ia mengaku menghafal Qur’an itu menjenuhkan tapi ia dan para santri selalu mencari cara baru agar hafalannya tetap terjaga dan terus meningkat.

“Kendala dalam menghafal Qur’an itu kita cepat merasa jenuh, kadang kita sering refreshing dengan cara-cara berbeda. Biasanya di Masjid, maka kita coba menghafal di tempat lain, di saung, atau di alam terbuka dan sebagainya untuk mengingatkan itu semua.” Ungkap Fadhil.

“Rencana setelah ini, Alhamdulillah kita mendapatkan program dari pondok untuk meneruskan studi ke Luar Negeri yaitu ke Yaman di Universitas Al-Iman.” Tuturnya.

Wisuda ditutup dengan pelepasan santri yang akan diberangkatkan ke Yaman dan Mesir oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Irsyadul ‘Ibad, Lasip Susanto. Dalam amanatnya ia berpesan untuk para wisduwan agar senantiasa menjaga hafalanya. (BP1).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here