GEMA MA Apresiasi Menag Luncurkan Garda Kagum

0
2

Tangerang, Badakpos.com – Generasi muda mathla’ul anwar mengapresiasi langkah mentri agama repubrik Indonesia Jendral Purn Fahru Rozi menyusul kebijakannya meluncurkan program Gerakan Pemberdayaan Komunitas Guru Madrasah (Garda Kagum) di aula kantor kemenag republik indonesi Jl. Lapangan banteng Jakarta pusat pada hari rabu 12 Agustus 2020.

Hal ini disampaikan Abdul Azis Rifai Wakil sekjen DPP Generasi muda mathla’ul anwar saat ditemui usai menyampaikan pembelajaran daring di lingkungan madrasah tempatnya mengajar di bilangan teluknaga tangerang, Jumlat (14/8). Menurutnya langkah yang di terapkan mentri agama tersebut sangat tepat di tengahi situasi pendemi saat ini, yang mana jika dipahami lebih dalam spirit dari diluncurkannya program garda kargum.

“Guru dan tenaga kependidikan madrasah dilingkungan kemenag tidak boleh berhenti berinovasi dalam melakukan pembelajaran baik daring mapun luring, juga tidak boleh kehilangan semangat dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pengajaran”, ungkap Abdul Azis.

Sesuai dengan PMA NO 60 Tahun 2015 Pasal 30 Ayat 1, kata Azis, bahwa guru madrasah harus memiliki kualipikasi umum dan kualipikasi akademig dan memiliki kopetensin pada bidangnya.

“Maka dalam pandangan ini, kami Generasi muda mathlau anwar sangat tepat jika dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, guru diberiakn ruang untuk mengkombinasikan dan meng explorasi cara pengajaran dan metode pembelajaraan pada masing-masing maqom dan sosio kultur yang tentunya antara satu lingkungan dengan lingkungan lainnya berbeda pemetaan,cara,dan pengajaran sesuai realitas pada masing-masing tingkatannya”, jelas Azis.

Menurutnya, senada dengan pernyataan Menag yang mengatakan bahwa guru yang bersangkutan lah yang paling tahu dan memahami kebutuhan peningkatan mutu yang dihadapi di lapangan.

“Semoga harapan mentri agama dengan di luncurkannya program garda kagum dapat segara terwujud dengan melakukan pemetaan kompotensi guru dan tenaga kependidikan berdasarkan pada problem kompetensi dan profesionalisme guru madrasah sesuai relitas di satuan pendidikan masing-masing”. tutup Azis. (BP1).

Komentar dibawah ini