Harimau Jawa Yang Punah Menampakan “Idungnya” di TNUK?

0
81

Pandeglang, Badakpos.com- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan bahwa Harimau Jawa telah punah sejak sekitar tahun 1989 silam. Namun, di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) terlihat adanya kucing besar yang diduga Harimau Jawa karena memiiki loreng yang menyerupai Harimau Jawa.

Untuk membuktikan dugaan tersebut, Kepala Balai TNUK Mamat Rahmat mengatakan, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk melakukan verifikasi keberadaan Harimau Jawa di TNUK. Tim tersebut dibagi menjadi 2 dengan lokasi penyisiran yang berbeda. “Langkah kami untuk melakukan verifikasi, kami sudah bentuk tim khusus berangkat ke lapangan mulai hari selasa. Kami kirim ke lapangan sekaligus memasang video di padang penggembalaan dan jalur-jalur lintasan kucing, seperti sumber air, perbukitan. Dan mereka juga akan menyisir area tersebut dimulai dari ditemukannya binatang tersebut di Padang Penggembalaan Cidaon,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, Tim pertama melakukan penyisiran ke arah Gunung Payung dan sekaligus memasang video di padang penggembalaan Cidaun dan jalur-jalur lintasan kucing, seperti sumber air dan perbukitan. Sementara tim lainnya juga memasang video dan melakukan penyisiran ke arah Gunung Kendeng. “Di lapangan teknisnya, kawan-kawan dibagi menjadi 2 tim, 1 tim bergerak dari titik awal itu ke arah Gunung Payung karena Gunung Payung perbukitan, banyak buah, banyak bebatuan. Dan yang 1 tim ke arah Gunung Kendeng,” ujarnya.

Secara Ekologi, lanjut Mamat, kucing besar yang diduga Harimau Jawa tersebut dimungkinkan akan terus bermunculan di sekitar Padang Penggembalaan Cidaun, hal tersebut dikarenakan saat ini musim kemarau, sehingga para mangsa mencari sumber air di Padang Penggembalaan Cidaun dan otomoatis kucing besar sebagai predator, akan mengikuti mangsanya untuk berburu.

Kalau dihubungkan secara ekologi, kenapa kucing besar ada di padang penggembalaan? Karena saat ini di Ujung Kulon sedang musim kemarau, Gunung Payung dan Gunung Kendeng itu kondisi sedang kering, sumber air tidak ada, otomoatis mangsa dari kucing besar tadi turun ke bawah ke sumber air, karena mangsanya turun ke bawah, otomatis predator atau kucing-kucing besar tadi akan turun mengikuti mangsanya, sehingga dia berburu di tempat yang memang mangsanya ada, jadi sangat logis ketika kucing besar ada di padang penggembalaan karena di padang penggembalaan tersebut banyak Banteng, Rusa, Babi Hutan, dan mangsa-mangsa lainnya,” terangnya panjang lebar.

Untuk diketahui, pada akhir Agustus lalu, salah satu pegawai Balai TNUK melihat kucing besar yang mirip dengan harimau Jawa di Padang Penggembalaan Cidaun. Kucing besar tersebut sedang memangsa seekor Banteng, kemudian berjalan meninggalkan padang pengembalaan. (Bp3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here