Hutang Lunas, Sebanyak 50 Koperasi di Pandeglang Siap Dibubarkan

0
0

Pandeglang, badakpos.com – Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Diskop dan UMKM), nampaknya akan segera membubarkan sekitar 50 koperasi. Hal itu dikarenakan, koperasi sudah tidak lagi aktif.

Kepala Diskop dan UMKM Pandeglang, Tatang Muhtasar menyebutkan, proses pembubaran puluhan koperasi itu tinggal menunggu persetujuan dari Kementerian Koperasi dan UKM. Karena menurutnya yang berhak membubarkan hal itu adalah kementerian. “Sekarang sudah kita proses dari tahun 2017 sekitar 50 koperasi. Kami sudah usulkan ke kementerian agar segera dibubarkan. Saat ini kami masih menunggu persetujuan dari kementerian. Karena kami tidak kewenangan untuk membubarkan. Kami hanya merekomendasikan,” ujarnya, Senin (29/7).

Tatang menambahkan, pembubaran puluhan koperasi itu dianggap karena sudah memenuhi syarat. Selain karena sudah tidak aktif, mereka juga dinyatakan pailit namun sudah melunasi utang dari pihak ketiga berupa Kredit Usaha Tani (KUT). “Rata-rata koperasi yang akan dibubarkan itu berdiri pada akhir tahun 90-an dan awal 2000-an. Syaratnya pembubaran koperasi itu tidak memiliki piutang kepada pihak ketiga. Jika mereka masih punya utang piutang, itu tidak bisa dibubarkan,” tambahnya.

Tak hanya itu, ratusan koperasi lainnya juga terancam dibubarkan karena diketahui sudah tidak aktif lagi. Tatang menjelaskan, ada 140 koperasi yang yang sudah tidak beroperasi sama sekali. Bahkan mereka juga diketahui belum melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). “Masih ada 311 koperasi lainnya yang juga belum menyelenggarakan RAT. Dari total 565 koperasi yang tercatat di Kabupaten Pandeglang, baru 114 diantaranya yang sudah melaksanakan RAT . Jadi kami juga kesulitan untuk membina yang sama sekali tidak aktif” jelasnya.

Masih dikatakan Tatang, bagi mereka yang memang aktif Diskop dan UMKM akan terus melalukan pembinaan dan memberi apresiasi terhadap koperasi yang memiliki neraca dan kepengurusan yang baik. “Mereka yang terancam itu bukan cuma tidak aktif, namun karena kepengurusannya juga sudah tidak ada. Ketuanya tidak ada, sekretarisnya, dewan pengawas juga tidak ada,” imbuhnya.

Lebih lanjut Tatang menjelaskan, dalam menghadapi revolusi industri 4.0, pihaknya akan menggandeng sejumlah marketplace untuk mempromosikan produk mereka. Mengingat banyak koperasi yang berangkat dari UMKM “Menghadapi era revolusi industri 4.0 yang berbasis digitalisasi, kita berkeinginan untuk menggandeng Bukalapak atau Tokopedia untuk mempromosikan produk mereka,” tutupnya. (BP-10)

Komentar dibawah ini