Ikatan Apoteker Indonesia Pecahkan Rekor MURI

Hari ini (12/10) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) memecahkan rekor MURI, Rekor yang tercatat yakni kegiatan memberikan edukasi pengenalan obat kepada siswa SD.

Dilansir dari detik.com, Kegiatan itu diselenggarakan oleh IAI secara serentak di seluruh Indonesia dalam rangka memperingati Word Pharmacist Day 2019. Di Sidoarjo, pengenalan digelar di SMP Negeri II Sidoarjo yang dihadiri 573 siswa dari tujuh SD.Senior Manager MURI J Ngadri mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan yang baru pertama kali digelar di Indonesia. Kegiatan ini tercatat di MURI nomor 9219/R.MURI/X/2019.

“Kegiatan ini sangat spektakuler dan pertama kali di Indonesia. Selama ini belum pernah ada kegiatan memberikan edukasi pengenalan obat terhadap anak-anak SD,” kata Ngadri usai menyerahkan piagam MURI ke IAI di Sidoarjo, Sabtu (12/10/2019).
Foto Piagam Penghargaan Rekor MURI di raih oleh Ikatan Apoteker Indonesia

Ngadri mengatakan, kegiatan ini sangat penting untuk pembelajaran anak-anak sejak dini. Untuk mengetahui cara meminum dan seberapa banyak yang diminum serta menyimpan. Kemudian membuang obat yang sudah tidak layak dikonsumsi. Dengan edukasi seperti ini, mereka berharap ke depan anak-anak ini lebih dewasa mengenal obat-obatan.

“Kegiatan ini sangat pas buat anak-anak SD. Sebelumnya kegiatan seperti ini sudah ada di daerah Jawa Tengah, namun dilakukan oleh siswa SMA. Kalau ini anak-anak SD itu sangat luar biasa,” tambah Ngadri.

Di tempat yang sama, Ketua Umum IAI Nurul Falah Eddy Pariang mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia ini dalam rangka memperingati Word Pharmacist Day 2019. “Kegiatan ini diikuti oleh 91.800 siswa SD kelas V di Seluruh Indonesia. Terdiri dari 325 pengurus cabang, dan 11.250 Apoteker seluruh Indonesia,” kata Nurul.

Nurul menambahkan, kegiatan ini diadakan di Sidoarjo karena di Jawa Timur paling banyak mengadakan kegiatan seperti ini. Yakni untuk meraih rekor MURI dalam rangka sosialisasi pengenalan obat-obatan sejak dini.

“Pengenalan obat-obatan sejak dini melalui siswa SD, karena dari sisi pendidikan kapan pun dia akan masih ingat,” tambah Nurul.

Dengan harapan, siswa mengetahui bagaimana menggunakan obat. Karena menurut pengalamannya, sudah banyak siswa SMA yang menyalahgunakan obat-obatan.

“Bahkan lebih ngeri lagi dari mereka ada yang mengonsumsi narkotika. Ini karena ketidaktahuan mereka,” pungkas Nurul. (BP1)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *