Indahnya Membangun Masjid Dan Memakmurkannya

0
200

Oleh : KH.Abdurrahman Rasna

Penulis adalah : Kiyai, Penceramah Agama, Anggota Majlis Fatwa Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA), Anggota Komisi Da’wah MUI Pusat.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله الواحد المجيد الرشيد. اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له المعبود. واشهد ان محمدا عبده ورسوله سيد الرسل والخلق والعباد.
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله واصحابه ومن تبع هدىه الى يوم الابد.
اما بعد :

Masjid merupakan tempat yang paling dicintai Allah Azza wa Jalla. Sebuah tempat yang Allah perintahkan untuk diangkat dan disebut namaNya di sana. Apabila masjid telah dibangun maka di sana akan dilaksanakan shalat, dibaca ayat-ayat Alquran,.

Nama-nama Allah Azza wa Jalla akan disebut, ilmu-ilmu akan diajarkan, serta bisa menjadi tempat berkumpulnya kaum Muslimin, masih banyak faedah-faedah yang lain. Masing-masing poin itu bisa menghasilkan pahala.

Dalam sebuah hadits diriwayatkan

عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رَ ضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ يَقُوْلُ مَنْ بَنَى مَسْجِدًا يَبْتَغِي بِهِ وَجْهَ اللَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ مِثْلَهُ فِي الْجَنَّةِ

“Dari Utsman bin Affan Radhiyallahu anhu, beliau mengatakan, “Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa yang membangun masjid untuk mencari wajah Allah Azza wa Jalla, maka Allah Azza wa Jalla akan membangunkannya rumah yang sama di surga.” (HR. Bukhari, no. 450 dan Muslim, no. 533)

Allah Ta’ala, berfirman:

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسٰجِدَ اللَّهِ مَنْ ءَامَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْأَاخِرِ وَأَقَامَ الصَّلٰوةَ وَءَاتَى الزَّكٰوةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ  ۖ  فَعَسٰىٓ أُولٰٓئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 18)

Imam Ibnul Jauzi berkata: “Yang dimaksud dengan memakmurkan masjid (dalam ayat ini) ada dua pendapat yaitu, selalu mendatangi masjid dan berdiam di dalamnya (untuk beribadah kepada Allah Ta’ala) dan membangun masjid termasuk memperbaikinya” (Kitab “Zaadul masiir”  3/408).

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ

“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 738)

Sebagian ulama menafsirkan hadits tersebut secara tekstual. Maksudnya, siapa membangun masjid dengan menambah bagian kecil saja yang dibutuhkan, tambahan tersebut seukuran tempat burung bertelur; atau bisa jadi caranya, para jama’ah bekerja sama untuk membangun masjid dan setiap orang punya bagian kecil seukuran tempat burung bertelur; ini semua masuk dalam istilah membangun masjid. Karena bentuk akhirnya adalah suatu masjid dalam benak kita, yaitu tempat untuk kita shalat.

Artinya menunjukkan bahwa jika ada yang menyumbang satu sak semen saja atau bahkan menyumbang satu bata saja, atau apa saja yang bisa manambah menjadi nyaman dan menarik jamaah betah dan cinta beribadah didalamnya, dll, itu semua sudah mendapatkan pahala kontribusi membangun masjid …
masya Allah.

Dalam hadits Qudsi yang saya kutip dari Buku Hadits Qudsi, Prof. Dr. A. Djawad Dahlan, Diponegoro, Bandung, disebutkan bahwa Allah SWT berfirman :

ان بيوتي في الارض المساجد وان زواري فيها عمارها

“Sesungguhnya rumah-rumah Allah di muka bumi itu adalah masjid-masjid, dan tamu-tamuKu adalah orang-orang yang memakmurkannya”. HQR. Abu Nu’aim.
Indahnya setiap kita yang memakmurkan masjid itu sedang menjadi tamu-tamu Allah di rumahNya, ya di Masjid yang kita makmurkan. Dengan melakukan shalat berjamaah, melakukan kajian-kajian syari’ah, mu’amalah, bahkan mungkin kajian siyasah.
Saat kita sedang menjadi tamu-Nya sudah sangat pasti disiapkan hidangan keberkahan tak berbatas, ketenangan jiwa, kelembutan qalbu dan kebeningan hatihati serta lindungan Allah SWT.
والله اعلم
هدانا الله بهدايته الى صراط مستقيم
@rras, Serang, 04022021

Referensi :
1. Al Qur’an Kariim.
2. Sunan Ibnu Majah, No 738.
3. Zaadul Masiir, 3/408
4. Shohih Bukhori, 450
5.Shohih Muslim, 533
6.Hadits Qudsi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here