Ini Yang Harus Dilakukan Saat Radikalisme Merajalela

0
16

Pandeglang, Badakpos.com – Penyebaran radikalisme kerap terjadi di Kabupaten Pandeglang, apalagi Pandeglang dikenal sebagai Kota Sejuta Santri Seribu Ulama, sehingga perlu upaya-upaya khusus untuk membentengi penyebaran paham radikal.

“Upaya yang pertama kita lakukan kepada santri adalah penanaman nilai tauhid dan nilai akhlak,” ungkap Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pandeglang Tb. Hamdi Ma’ani, kepada Badakpos.com, Sabtu (12/8)

Ia menambahkan, dengan adanya nilai tauhid dan nilai akhlak pada pribadi masing-masing, maka secara spontan akan menjadi penyaring masuknya paham radikal.

“Ibarat kebun yang pagarnya sudah kuat, hewan tidak bisa masuk. Otomatis dengan adanya nilai tauhid dan akhlak yang tertanam dalam jiwa, insya Allah para santri punya filter,” terang pimpinan Pondok Pesantren Ma’had Al-Mu’awanah atau Perguruan Islam Malnu Pusat itu.

Selain itu, lanjutnya, ia mengaku sulit melakukan pengawasan terkait penggunaan media komunikasi mengingat saat ini sudah memasuki era teknologi informasi.

“Agak sulit mengontrol penggunaan media sosial. Hambatan diantaranya dari media-media elektronik, seperti HP dan TV sangat berpengaruh,” ungkapnya.

Khusus untuk di Pondok Pesantren yang ia pimpin, dimana santri yang berjumlah sekitar 1.500 orang dan didominasi santriwati, para santri dibatasi dalam menggunakan HP.

“Makanya di pesantren kita, santri tidak diperkenankan pegang HP. Orangtua santri diberikan nomor HP pengurus atau pimpinan disetiap kamar,” tuturnya. (Bp3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here