Inilah Pendapat Beberapa Anak Muda Zaman Now Tentang Valentine.

0
14

Pandeglang, Badakpos.com – Tanggal 14 Februari sangat kental dikaitkan dengan hari kasih saying oleh beberapa kalangan. Namun beberapa anak muda mengatakan, jika hari kasih sayang itu tidak hanya diungkapkan pada tanggal 14 saja.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAISMAN M. Isra mengatakan valentinan sebenarnya hanya sebuah modus cinta bagi yang pacaran. kata dia, yang merayakan tidak mengetahui  asal-usulnya hari valentine itu apa dan darimana. “Padahal tidak tahu, eh sok sibuk nyiapin segala macam untuk merayakannya, sama yang bukan muhrim pula, Na’udzubillah,” katanya

Menurutnya,  yang jelas kalau berbicara tentang berkasih sayang, maka kasih sayang yang benar bukan hanya satu tahun sekali, namun setiap waktu yang kamu miliki. “Islam tidak mengajarkanmu berkasih sayang hanya pada tanggal 14 Februari saja tapi setiap saat yang kamu miliki,” tandasnya.

Asep Sopyan (32) mengatakan, manfaat medsos untuk informasi bagi setiap netizen yang butuh informasi. Kata dia, salah satunya terkait perayaan valentine yang bukan tradisi budaya timur. “Perayaan Valentine kebanyakan orang hanya untuk ikut meramaikan. Tapi yang namanya kasih sayang tidak harus tanggal 14 ja tapi setiap saat. Dengan adanya medsos kita bisa tau bahwa perayaan valentine itu bukan adat kita sebagai kaum muslim,” ucapnya.

Senada dengan Asep Sopyan, diungkapkan Tia Risma (29), menurut dia, hari kasih sayang itu tidak hanya diungkapkan pada tanggal 14 saja. Namun, sejauh ini orang memaknai hari valentine itu hari kasih sayang. “Kasih sayang itu setiap hari kita ungkapkan. Dan tidak perlu dalam bentuk coklat, cukup dengan memberikan bantuan berbagai bentuk itu bukti kasih sayang yang kita berikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Tia mengatakan, dirinya memang saat masih sekolah pernah merayakan lantaran tidak mengetahui arti dari perayaan valentine. Kata dia, sebenarnya tidak ada maksud untuk merayakan itu, namun saat pacar nya memberikan coklat pada tanggal 14 februari itu tidak mungkin dia menolaknya. “Yang pertama saya masih anak sekolah dan hanya sekedar seru – seruan. Tapi sekarang saya sudah tau, dan itu bukan budaya kita,” tambahnya.(Bp3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here