Inilah Perjalanan Pokja Relawan Pandeglang Ekspedisi ke Kampung Cegog

0
82

Pandeglang, Badakpos.com-. Jumat (8/12) Sebanyak 45 orang relawan yang tergabung dalam Pokja Relawan Pandeglang melakukan Ekspedisi ke Kampung cegog, Desa Ranca Pinang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang.

Kampung ini merupakan kampung paling ujung pulau jawa di Kabupaten Pandeglang, sehingga ekpedisi ini juga disebut sebagai ekspedisi ujung jawa.

Menurut Aak Ketua Pandeglang Care Movement (PCM) mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari relawan Internasioanl yang diperingati setiap tanggal 5 Desember sebagai momentum untuk meningkatkan kepekaan sosial dan kepedulian pada sesama yang saat ini semakin langka di masyarakat. Selain itu kata dia, kegiatan ini juga betujuan untuk mengunjungi saudara-saudara yang jauh di ujung Pandeglang, yang sangat jarang mendapat perhatian dari Pemerintah dan memiliki banyak keterbatasan akses Kesehatan, maupun infrastuktur.
Lanjut Aank, Kegiatan ekspedisi berlangsung selama tiga hari dari tanggal 8-10 Desember 2017 dan diikuti oleh para relawan dari berbagai komunitas dan organisasi yang ada di Kab.Pandeglang, diantaranya PCM (Pandeglang Care Movement), KNP (Ketimbang Ngemis Pandeglang), Foodbank Pandeglang, Kumandang (Keluarga Mahasiswa Pandeglang), AREK (Aliansi Remaja Kreatif), IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) Pandeglang, SSI (Smart Student Indonesia), dan YAPPHIM. “Perjalanan dimulai pada hari jumat pukul 13.00 WIB menggunakan sebanyak 17 Motor, 1 unit mobil taft dan 1 unit mobil double cabin untuk membawa logistik. Perjalanan ditempuh kurang lebih selama 12 jam dikarenakan kondisi jalan saat memasuki kecamatan Cimanggu rusak parah,” lanjutnya

 

Aank menjelaskan, Sepanjang jalan. tidak ditemui aspal hitam melainkan hanya batu licin dan tanah merah yang sangat berbahaya sehingga perlu sangat berhati-hati agar bisa sampai dengan selamat ke lokasi acara di depan Resort Rancapinang, Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) yang berada tepat di ujung Kampung Cegog yang langsung bersisian dengan muara dan lautan luas. Semua peserta harus melewati medan terjal dan harus menyebrangi muara untuk sampai ke lokasi. “Sesampainya di lokasi sekitar pukul 19.00 WIB, semua peserta kegiatan bergegas mendirikan tenda untuk bermalam dan beruntungnya lokasi ini tepat di depan resort, jadi masih ada bantuan penerangan listrik yang sangt membantu untuk proses pendirian tenda. Setelah beristirahat sejenak dan membersihkan diri, semua peserta makan malam seadanya dilanjutkan dengan arahan dari kepala resort tentang tata tertib yang harus dipatuhi selama berada di kawasan TNUK,” jelasnya
Masih kata Aank, tiga agenda utama yang menjadi fokus kegiatan ini adalah Jambore anak, Santunan Lansia dan Ekplore Ujung Jawa. Jambore anak betujuan untuk sedikit berbagi keceriaan kepada anak-anak Pandeglang yang mugkin sejak lahir sampai besar nanti tidak penah merasakan indahnya bepergian jauh melihat indahnya dunia luar. Ah jangankan ke dunia luar, bepergian keluar dari kampungya sekedar kepasar saja perlu banyak perjuangan, dan mungkin ke alun-alun pandeglang saja merupakan suatu kemewahan bagi mereka yang terkurung di ujung Pandeglang. Mimpi dan keinginan untuk mendapatkan berbagai pengalaman dan juga pendidikan layak harus dikubur hanya karena akses yang sulit menuju tempat menuntut ilmu. Miris. “Santunan lansia berupa paket sembako dari para donatur untuk dibagikan kepada para lansia yang berada di kampung Cegog yang sebagian dari mereka masih harus tetap bekerja di usia senja nya, membantu di sawah atau mencari sejenis kerang di tepi lautan untuk dijual,” ungkapnya

 

“Selain santunan lansia,  juga ada mukena, sarung dan Al Quran yang dibagikan kepada guru ngaji dan Mesjid di sekitar lokasi yang merupakan donasi dari salah satu donatur kami dari tim offroad yang juga memberikan bantuan kendaraan untuk kelangsungan kegiatan ekspedisi relawan pandeglang,” terangnya

 

Aank membeberkan, banyak hal tak terlupakan yang terjadi selama kegiatan, selain perjalanan yang mengesankan dengan jalan yang penuh rintangan, menyebrangkan anak-anak di muara agar sampai ke lokasi yang harus di gendong oleh kakak-kakak relawan sampai mobil yaang tercebur kedalam muara sedalam hampir 2 meter saat akan menjemput anak-anak dari sekolah ke lokasi jambore. “Semua menjadi pengalaman yang sangat berharga untuk semuanya, untuk kami para relawan dan mudah-mudahan membawa juga banyak manfaat untuk saudara-saudara kami disini di Ujung Jawa, Pandeglang,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here