Insiden Ipda Erwin, Polres Pandeglang Minta Tak Perlu Lagi Bakar Ban Saat Aksi

Pandeglang, badakpos.com – Polri beserta jajaran berduka, hal itu dikarenakan salah seorang polisi yang terbakar hidup-hidup saat mengamankan demo mahasiswa di Kabupaten Cianjur. Atas kejadian itu, Polri telah kehilangan sosok Ipda Erwin Yudha Wildani.

Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono mengaku turut berduka atas meninggalnya Ipda Erwin. Seperti yang diketahui Kapolres, almarhum Ipda Erwin pernah bertugas di Polsek Pandeglang Kota periode tahun 2000an sebelum pindah ke Jawa Barat. “Memang benar Erwin pernah bertugas di Pandeglang, dengan pangkat terakhir Bintara di Polsek Kota Pandeglang tahun 2000an sebelum pindah ke Jawa Barat,” ujarnya, Senin (26/8).

Lebih lanjut, Kapolres mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Ipda Erwin saat melaksanakan tugasnya di Kabupaten Cianjur. “Kami atas nama polres pandeglang, turut berduka cita, atas meninggalnya Ipda Erwin yang merupakan salah satu korban kerusuhan saat aksi unjuk rasa oleh oknum pengunjuk rasa di Cianjur beberapa waktu lalu. Kami doakan semoga almarhum khusnul khotimah dan diampuni segala dosa serta diterima amal ibadahnya,” tambahnya.

Melihat pada peristiwa yang dialami oleh Ipda Erwin, Kapolres mengingatkan kepada pengunjuk rasa agar tidak lagi melakukan aksi demonstrasi dengan membakar ban. “Ini tentunya menjadi pembelajaran bagi kita semua. Bahwa hal tersebut yang dilakukan oknum pengunjuk rasa, adalah perbuatan yang melanggar hukum dan merupakan tindak pidana sehingga harus diberikan sanksi sesuai ketentuan,” ujar Kapolres.

Menurutnya, menyampaikan aspirasi di depan umum harus memperhatikan pula ketertiban. Pengunjuk rasa diingatkan untuk menghormati hak-hak orang lain. Dirinya menyarankan agar pengunjuk rasa memberikan contoh aksi yang simpatik. Bukan dengan upaya-upaya yang justru dapat membahayakan orang lain. “Imbauan kami kepada pengunjuk rasa khususnya di Wilkum Pandeglang, agar tetap menghormati aturan dan memperhatikan hak-hak masyarakat yang lain,” pesannya.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap almarhum, jajaran Polres Pandeglang telah menggelar do’a bersama saat apel pagi. “Untuk bentuk penghormatan kami tadi pagi sudah melakukan doa bersama saat apel. Untuk pengibaran bendera setengah tiang, kami masih menunggu ketetapan dari Mabes Polri,” tandasnya.

Diketahui, Ipda Erwin meninggal dunia pada Senin (26/8) dini hari, setelah dirawat mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta. Ipda Erwin terbakar hidup-hidup saat mengamankan aksi demo mahasiswa di Cianjur, Kamis (15/8). Selain Erwin, ada tiga polisi lain yang juga terbakar. Dari insiden ini, polisi telah mengamankan sejumlah mahasiswa dan lima orang ditetapkan menjadi tersangka. (BP-10)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *