Irna Himbau Masyarakat Masyarakat Untuk Jaga Kesehatan

0
59

Pandeglang, Badakpos.com- Bupati Pandeglang Irna Narulita menghimbau kepada masyarakat pandeglang untuk menjaga kesehatan, khususnya imunitas. Hal ini dilakukan untuk menghindari dari terjangkitnya wabah difteri yang sudah terjadi di beberapa daerah di indonesia salahsatunya jakarta. Hal ini dikatakan Irna Narulita usai kepada awak media, kamis (13/12)

 

Kata dia, sejauh ini dari informasi yang di dapat, wabah difteri banyak menyerang pada bayi kurang dari satu tahun hingga anak usia 19 tahun. Untuk itu, masyarakat yang mempunyai bayi harus rajin untuk melakukan posyandu dan dilakukan imunisasi dasar lengkap. “Saya menghimbau kepada masyarakat untuk segera melakukan pemeriksaan jika mengalami gejala Difteri kepuskesmas setempat,” katanya

 

Terpisah, Kasi Surveilans Dan Imunisasi Dinkes Rita Kusmawati mengatakan sesuai intruksi dari pemerintah pusat akan dilakukan penyuntikan secara serentak. “Untuk Pandeglang, kita dapat giliran tahap ke-2, awal 2018. Kita sedang berproses, perencanaan anggaran dan sarana serta vaksinnya,” ujarnya

 

Sementara itu, Pelaksana Imunisasi Dinkes Pandeglang Damankhurif mengatakan, Gejalanya jika terjangkit difteri yaitu seperti sakit tenggorokan jika menelan, apalagi disertai pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher serta terdapat warna abu-abu di tenggorokan dan amandel.

 

Sembari menunggu jadwal imunisasi, lanjut pria yang biasa disapa Daman itu, upaya sementara yang dilakukan adalah tetap melakukan kegiatan imunisasi rutin pada anak hingga umur 1 tahun yang sudah berjalan di Posyandu dan imunisasi anak sekolah dari kelas 1 hingga kelas 3 SD. “Kita juga melakukan penyelidikan Epidemiologi ketika ditemukan kasus Difteri di wilayah Pandeglang kemudian melakukan penanganan dengan memberikan vaksin dan mengisolasi para penderita Difteri hanya saja ruang isolasi Pandeglang terbatas,” bebernya.

 

Daman menegaskan, pihaknya harus bisa mencari asal penderita tertular Difteri, dalam satu kasus aktivitas penderita akan diinvestigasi dalam 3 bulan terakhir. Namun, dirinya mengakui bahwa Pemkab Pandeglang belum ditunjang dengan Laboratorium sehingga proses pemeriksaan sampel masih dilakukan di Jakarta yang membutuhkan proses sekitar 2 pekan. “Petugas Puskesmas juga dilibatkan untuk melakukan penyelidikan hanya sebatas penyelidikan verbal atau wawancara langsung kepada penderita,” tutupnya. (Bp3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here