Irna Minta BKD dan BPKD Tindak Lanjuti Jaminan Ketenaga Kerjaan dan Kematian Bagi ASN Non PNS

0
7

Pandeglang, Badakpos.com – Bupati Pandeglang Irna Narulita meminta kepada Kepala Badan Pengelolaan Keuangan (BPKD) dan Badan Kepegawaian Daerah (BKN) untuk menindaklanjuti penawan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) Non PNS. Kata Bupati, program ini bagus karena banyak pekerja hususnya para honorer belum mendapatkan jaminan ketenaga kerjaan dan kematian.
Hal ini terungkap saat Bupati Pandeglang menerima kunjungan Asisten Deputi Pemasaran Wilayah Banten Didin Haryono bersama jajarannya di ruang kerjanya, Senin (27/11)

Bupati berharap ini segera ditindaklanjuti, lantaran para pegawai honorer juga membutuhkan perlindungan dan jaminan saat melaksanakan tugasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Ramadani mengatakan, dirinya akan segera menindak lanjuti tawaran kerjasama dari pihak BPJS Ketenaga kerjaan. “Ini memang sudah ketentuan perundang – undangan. Hanya tinggal mekanismenya saja dalam pembayaran premi tiap bulan, dan Isnya Allah tahun 2018 gaji TKK aka nada kenaikan,” katanya.

Terpisah Kepala BKD Ali Fahmi Sumanta mengatakan, dirinya sangat setuju sekali dengan tawaran dari pihak BPJS Ketenagakerjaan. Kata dia, ini sangat membawa dampak yang positif khususnya bagi pegawai honorer untuk mendapatkan jaminan jika terjadi kecelakaan kerja dan kematian. “Saya sangat setuju, karena dampak positif nya banyak buat para honorer. Nanti kita akan koordinasikan dengan BPKD,” ungkap Fahmi

Dalam kesempatan tersebut Asisten Deputi Pemasaran Wilayah Banten Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Didin Haryono mengatakan, kedatangan dirinya beserta jajaran adalah untuk menawarkan kerjasama untuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi ASN non PNS. “Mereka (TKK) juga punya hak yang sama untuk mendapatkan JKK dan JKM. Premi yang harus dibayarpun sangat murah sekali hanya Rp. 16.200 tiap bulannya,” kata Didin saat bertemu dengan Bupati Pandeglang.
Kata Haryono, jika pegawai Asn non PNS mengalami kecelakaan ataupun kematian, segala biaya akan ditanggung oleh pihak BPJS Ketenagakerjaan. Kata dia, jika itu kecelakaan darat mendapatkan santunan 1 juta, kecelakaan laun 2 juta, dan udara 2, 5 juta. “Paska kecelakaan, jika korban belum dapat bekerja enam bulan pertama akan diberi bantuan 3 juta setiap bulan, enam bulan kedua 70% dari 3 juta, enam bulan ke tiga 50% 3 juta. Jika meninggal dunia, korban akan mendapat santunan 3 juta dikali 48, dan apabila cacat total 3 juta kali 53, ” tambahnya. (Bp3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here