Irna Minta Izin Bus Murni Dicabut, WH Keluarkan Surat Pembekuan

0
2

Badakpos.com – Banyaknya laka lantas yang diakibatkan kelalaian pengendara Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP),l atau angkutan Bus, membuat Bupati Pandeglang Irna Narulita geram. Oleh sebab itu, Bupati Irna minta Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten untuk berkordinasi dengan Provinsi Banten terkait pencabutan trayek bus yang pengendaranya ugal – ugalan. Hal ini dikatakan Irna Narulita saat Rapat Koordinasi (Rakor) OPD dihalaman Setda Pandeglang, beberapa hari lalu.

Masih kata Irna, jika memang setelah diberikan teguran masih tetap membandel, tidak ada jalan lain yaitu pencabutan trayeknya.” Jika perusahaannya tidak disiplin, sopirnya ugal-ugalan, dan tidak mengecek kondisi kendaraan, cabut aja trayeknya karena meresahkan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut Irna mengungkapkan, selama ia memimpin sudah banyak sekali aduan dari masyarakat di media sosial, terkait kelalaian yang dilakukan oleh pengendara angkutan khususnya AKAP. “Saya rasa kalau menyangkut nyawa jangan terlalu panjang birokrasinya,” tutupnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Gubernur Banten Wahidin Halim mengeluarkan surat rekomendasi yang bernomor 551/1548-DISHUB/2019 tentang pemberian sanksi kepada PO.Murni Jaya dan PO. Murmi, yang berisikan pembekuan izin penyelenggaraan.

Dalam surat tersebut ada dua poin yang diberatkan, poin pertama yaitu pembekuan izin penyelenggaraan paling singkat 6 (enam) bulan, paling lambat 12( dua belas) hulan. Dan point kedua apabila tidak melakukan perbaikan pelanggaran, maka akan dilakukan pencabutan izin penyelanggaraan. (Bp-3)

Komentar dibawah ini