Janji Berikan Uang 5.000 dan Siomay, AM Cabuli Anak di Bawah Umur di Toilet

0
0

 

Pandeglang, Badakpos.com – Menjanjikan akan memberikan siomay dan uang Rp. 5.000, AM di tangkap satreskrim polres Pandeglang  karena telah malakukan tindak pidana pencabulan Anak di Bawah Umur di toilet, Minggu (09/8/2020).

Kapolres Pandeglang AKBP Sofwan Hermanto melalui Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP Nandar mengungkapkan kejadian ini diketahui terjadi pada hari Sabtu (08/08/2020) di Desa Purwaraja, Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang.

Pencabulan itu dilakukan pelaku pada hari Sabtu 08 Agustus 2020 sekitar pukul 20.00 wib di Desa Purwaraja, “Pelaku ini modusnya membelikan korban siomay dan memberikan uang 5000 rupiah lalu pelaku langsung mengajak korban ke dalam kamar mandi setelah itu pelaku langsung mencabuli korban” kata AKP Nandar.

“Kemudian pelaku meminta korban untuk memegang alat kelaminnya, menggesek-gesek dengan tangan korban, pelaku memegangi lengan korban kemudian meminta alat kelaminnya dihisab oleh korban, kemudian pelaku mengeluarkan spermanya di depan korban, sehingga mengenai baju korban, lalu korban pulang dan menceritakan kejadian kepada ibunya,”terang Nandar.

Ketika orang tuanya mengetahui, lanjut Nandar, mereka langsung melaporkan ke pihak kepolisian, “korban dan pelaku saling kenal karena bertetangga, pelaku adalah penjual somay keliling yang mengontrak di sebuah kos yang berdekatan dengan korban”, tutur Nandar.

“Diduga berprilaku seksual menyimpang, AM (20) menyabuli anak laki-laki usia 5 tahun berinisial IMM sebanyak satu kali,” ungkap Kasat Reskrim Polres Pandeglang.

Selain itu, lanjut Nandar, dalam keterangan pelaku kepada pihak kepolisian, AM mengaku pernah disodomi oleh seorang bencong di Serang saat pelaku bekerja sebagai kernet bus.

Atas perbuatannya pelaku di kenakan pasal Tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E Jo Pasal 82 UU RI No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Pelaku terancam hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara,” tutup Nandar. (BP1).

Komentar dibawah ini