Jelang Pemilu, Masyarakat Diminta Tetap Jaga Persaudaraan

0
0

Pandeglang, badakpos.com – Situasi politik tahun ini kian memanas, semakin dekat menjelang hari pencoblosan membuat kondisi di masyarakat rentan terpecah belah. Pasalnya, perbedaan pilihan di era saat ini kerap kali memicu konflik antar golongan. Maka dari itu, Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono menghimbau masyarakat untuk tetap memperkuat tali persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi.

Indra Lutrianto Amstono mengatakan, situasi dan kondisi masyarakat saat ini cenderung rentan terpecah belah, sensitif terhadap isu-isu yang belum tentu kebenarannya, apa lagi isu yang berkembang melalui media sosial (medsos) atau media massa. “Situasi menjelang Pemilu, terkait beberapa pemberitaan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya, banyak mengundang bahkan menyebarkan hal negatif untuk menurunkan elektabilitas salah satu paslon dalam kontestasi Pemilu,” ujar Indra saat memperingati Isra Mi’raj di Gedung Shohibul Barokah, Pandeglang, Kamis (4/4).

Indra pun manambahkan, kondisi itu juga diperparah dengan merebaknya berita hoax yang semakin sulit dibendung dengan salah satu tujuannya yakni untuk menurunkan elektabilitas salah satu pasangan calon Presiden. “Saat ini kita dihadapkan dengan adanya isu-isu atau yang terlibat isu hoax. Terlebih saat kita sedang menghadapi pelaksanaan Pemilu 2019,” tambahnya.

Masih dikatakan Indra, hal itu tidak sejalan dengan syariat agama yang mengajarkan untuk saling asah, asih, dan asuh serta menjunjung kerukunan antar umat beragama. “Perbuatan menggunjing, memfitnah, dan menyebarkan berita bohong, sehingga menimbulkan perpecahan antar sesama merupakan perbuatan yang dilarang syariat agama,” jelasnya.

Maka dari itu Kapolres berpesan pada momentum Isra Mi’raj, agar dapat menjadikan upaya dalam menata kehidupan beragama dan sosial supaya lebih baik, guna meningkatkan persaudaraan, kecintaan terhadap tanah air. “Sehingga tercipta situasi yang kondusif. Dengan begitu, pelaksanaan Pemilu 17 April 2019 mendatang, dapat terselenggara dengan aman, damai, dan sejuk,” pesannya.

Hal serupa dikatakan, Tubagus Hamdi Ma’ani menurutnya perbedaan dalam memilih Kepala Negara merupakan hal yang biasa, tidak perlu dipersoalkan apalagi hingga menimbulkan perpecahan. “Kini pemilihan kepala negara dan wakil rakyat, saya serahkan kepada aspirasi masing-masing. Tetapi jangan sampai menimbulkan perpecahan,” ujar Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pandeglang.

Dirinya menegaskan, agar masyarakat tidak meneladani filosofi salat yang mampu mempersatukan berbagai jenis golongan dalam satu wadah tanpa melihat perbedaan etnis maupun pilihan politik. “Dalam menghadapi Pemilu ini, sesuai dengan bulan Rajab saat ini, umat Islam selalu merayakan Isra Miraj, hikmahnya adalah salat. Dengan melaksanakan salat, maka perpecahan akan terhindari,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia pun menghimbau kepada masyarakat yang sudah memiliki hak pilih, untuk mendatangi TPS guna menyalurlan aspirasinya. Sebab pilihan dari masyarakat akan menentukan nasib Indonesia dalam lima tahun ke depan. “Disarankan agar semua masyarakat yang sudah punya hak pilih, untuk mendatangi TPS untuk menyalurkan hak pilihnya. Kalau tidak melaksanakan setidaknya dosanya akan terasa lima tahun. Pilih lah calon yang dianggap kredibel dan dinilai mampu membawa rakyat sejahtera,” tutup Ketua Umum PB Malnu Pusat Menes ini. (BP-10)

Komentar dibawah ini