JPU Akan Tuntut Penyelundup Ratusan Kilogram Sabu-Sabu Dengan Hukuman Mati

0
45

Sukabumi, BadakPos.com– Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sukabumi, Jawa Barat, menuntut terdakwa Syamsul Bahri alias Bopak dengan hukuman mati karena diduga terlibat kasus percobaan penyelundupan ratusan kilogram sabu-sabu dari luar negeri melalui perairan laut di daerah ini.

Dalam agenda sidang pembacaan tuntutan secara online kasus penyelundupan sabu-sabu seberat 402 kilogram dari Jawa Timur yang digelar pada Selasa JPU menuntut Bopak dengan hukuman mati dan meminta Majelis Hakim pengadilan negeri sukabumi untuk mengkabulkannya. (23/6).

“Pasal yang dijerat kepada terdakwa Bopak, yakni Pasal 114 ayat 2 Pasal 32 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” kata Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Sukabumi Dista Anggara di Sukabumi.

Menurut dia, dari hasil pemeriksaan pada agenda sidang sebelum nya serta barang bukti dan keterangan dari sejumlah saksi bahwa peran Bopak dalam upaya menyelundupkan sabu-sabu dari luar negeri ke Indonesia melalui jalur perairan laut selatan Kabupaten Sukabumi tepatnya di Pantai Palabuhanratu cukup penting.

Di mana terdakwa ikut menjemput dan memindahkan 20 karung berisi sabu-sabu ke kapal motornya hingga membawa ke darat. Selain itu, Bopak berperan menyukseskan aksi penyelundupan sabu-sabu, seperti menyediakan bahan bakar untuk kapal motor dan memindahkan ratusan kilogram sabu-sabu ke mobil yang sudah di sediakan di areal Dermaga Palabuhanratu. dikutip dari antara melalui badakpos.com

Oleh karena itu, JPU menilai peran terdakwa cukup penting karena berhasil menyelundupkan sabu-sabu dari luar negeri yang transaksinya di tengah Samudra Hindia dan dibawa ke Palabuhanratu. Bahkan bersama rekannya, terdakwa menyisihkan sabu-sabu seberat 20 kg untuk mereka.

“Peran Samsul Bahri adalah menyediakan BBM dan ikut menurunkan sabu-sabu, bahkan dari keterangan dan pemeriksaan saksi terdakwa mengetahui pekerjaan yang diberikan pelaku lain karena sempat ada obrolan antara Bopak dan saksi (Nandar Hidayat) untuk mengambil sabu-sabu dari jaringan internasional,” kata dia.

Dista berharap majelis hakim bisa mengabulkan tuntutan tersebut dengan memvonis terdakwa dengan hukuman mati karena terdakwa melakukan secara sadar dan mengetahui bahwa barang yang harus diambil adalah narkotika.

Selain itu, katanya, apa yang dilakukan Bopak bias merusak jutaan generasi penerus bangsa dan menyebabkan kematian jika barang haram tersebut sampai beredar di masyarakat. Beruntung kasus penyelundupan sabu-sabu dari luar negeri berhasil digagalkan kepolisian. (BPMG).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here